JurnalLugas.Com – Harga Patokan Ekspor (HPE) dan Harga Referensi (HR) komoditas emas kembali mengalami penurunan pada periode pertama Oktober 2026.
Kementerian Perdagangan menyebut pelemahan tersebut berkaitan dengan pergerakan pasar keuangan global, terutama penguatan mata uang utama dunia dan kenaikan imbal hasil obligasi internasional.
Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag Tommy Andana mengatakan HPE emas selama periode pengumpulan data turun 3,5 persen. Penurunan itu berjalan searah dengan HR emas.
“Penurunan dipengaruhi penguatan mata uang utama global dan kenaikan imbal hasil obligasi internasional,” ujar Tommy, Kamis (1/10/2026).
Pada periode 1-14 Oktober 2026, HPE emas ditetapkan sebesar 139.409,07 dolar AS per kilogram. Angka tersebut turun dari 144.469,49 dolar AS per kilogram pada periode kedua September.
Sementara itu, HR emas berada di level 4.336,11 dolar AS per troy ounce, turun dari 4.493,51 dolar AS per troy ounce pada periode sebelumnya.
Berlaku Dua Pekan
Ketentuan HPE dan HR tersebut tercantum dalam Keputusan Menteri Perdagangan Nomor 1925 Tahun 2026 tentang Harga Patokan Ekspor dan Harga Referensi atas Produk Pertambangan yang Dikenakan Bea Keluar.
Penetapan berlaku selama 1-14 Oktober 2026.
Kemendag menjelaskan penentuan HPE dan HR emas menggunakan data serta masukan teknis dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), dengan mengacu pada publikasi London Bullion Market Association (LBMA).
Proses penetapan juga dilakukan melalui koordinasi sejumlah kementerian, termasuk Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Keuangan, dan Kementerian Perindustrian.
Tommy menegaskan keputusan tersebut dibuat berdasarkan data dan masukan teknis dari kementerian serta lembaga terkait.
Baca berita lainnya
JurnalLugas.Com
(Endarto)






