Jurnallugas.Com — Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim negaranya kini memiliki kendali hampir sepenuhnya atas Selat Hormuz. Ia juga menyebut arus pengiriman minyak melalui jalur strategis tersebut dalam beberapa hari terakhir mencapai tingkat tertinggi sepanjang sejarah.
Pernyataan itu disampaikan Trump dalam perayaan Bulan Warisan Hispanik, Rabu (30/9). Menurut Trump, volume minyak yang keluar melalui Selat Hormuz selama tiga hari terakhir bahkan disebut melampaui catatan sebelumnya.
Trump mengatakan kondisi tersebut menunjukkan besarnya kendali AS terhadap jalur perairan yang menjadi salah satu rute penting bagi perdagangan minyak dunia.
“Kami hampir sepenuhnya mengendalikan Selat Hormuz,” kata Trump, seraya menyebut arus minyak dalam tiga hari terakhir berada pada level yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Trump Kembali Bicara Perang Iran
Dalam kesempatan yang sama, Trump kembali menyatakan bahwa kekuatan militer Iran telah mengalami kehancuran total. Ia juga menegaskan keyakinannya bahwa perang akan segera berakhir dengan kemenangan AS.
“Kami akan memenangkan perang itu dengan sangat cepat,” ujar Trump.
Konflik AS dan Israel dengan Iran sebelumnya pecah pada Februari. Iran kemudian merespons dengan menyerang Israel serta sejumlah sasaran AS di kawasan tersebut sebelum gencatan senjata tercapai pada April.
Situasi di Selat Hormuz menjadi salah satu persoalan penting dalam perkembangan konflik tersebut. Pada Juni, Washington dan Teheran sempat menandatangani nota kesepahaman mengenai kebebasan navigasi di jalur perairan strategis itu.
Namun, pelaksanaannya kemudian terhenti karena kedua pihak masih berbeda pandangan mengenai persoalan keamanan di Selat Hormuz.
Pernyataan terbaru Trump kembali menempatkan Selat Hormuz sebagai salah satu titik utama dalam perkembangan hubungan AS dan Iran, terutama karena jalur tersebut berkaitan langsung dengan pergerakan minyak melalui kawasan.
Baca berita lainnya
JurnalLugas.Com
JurnalLugas.Com
(Handoko)






