JurnalLugas.Com — Tuduhan serius muncul di tengah ketegangan Israel dan Iran. Kepala otoritas Israel Benjamin Netanyahu disebut merencanakan operasi false flag dengan melibatkan penerbangan Uni Emirat Arab untuk membuka jalan bagi keterlibatan Amerika Serikat dalam konflik baru dengan Iran.
Tudingan tersebut dilaporkan Press TV, televisi milik Pemerintah Iran, Kamis (1/10), berdasarkan keterangan seorang sumber regional yang tidak diungkap identitasnya.
Menurut sumber itu, rencana tersebut berkaitan dengan insiden penerbangan flydubai dari Dubai menuju Tel Aviv pada Rabu (30/9). Sumber tersebut mengeklaim pembahasan operasi telah dilakukan dalam kunjungan rahasia Netanyahu ke Uni Emirat Arab beberapa hari sebelum insiden.
Ia juga mengeklaim Netanyahu datang bersama sejumlah pejabat senior militer dan intelijen Israel. Pertemuan itu disebut turut melibatkan pejabat dari sejumlah negara Arab untuk merancang skenario yang nantinya dapat diarahkan kepada Iran.
Namun, laporan tersebut tidak disertai bukti yang dapat memverifikasi tuduhan tersebut. Press TV juga tidak mengungkap identitas sumber yang menjadi dasar laporan.
Israel, Uni Emirat Arab, maupun Amerika Serikat belum memberikan tanggapan langsung terhadap tudingan tersebut.
Insiden Flydubai Berujung Penyelidikan
Tuduhan itu muncul sehari setelah pesawat flydubai FZ1073 yang membawa 174 penumpang dari Dubai menuju Tel Aviv melakukan pendaratan darurat di Bandara Internasional Prince Sultan bin Abdulaziz, Tabuk, Arab Saudi.
Flydubai menyatakan terjadi perselisihan di dalam kokpit. Awak pesawat kemudian berhasil mengamankan pesawat sebelum penerbangan dialihkan ke Arab Saudi.
Otoritas bandara setempat menyebut kapten dan kopilot mengalami luka dan mendapat perawatan di rumah sakit. Seluruh penumpang dan awak dilaporkan selamat.
Pusat Keselamatan Transportasi Nasional Arab Saudi kemudian membuka penyelidikan untuk mengetahui penyebab dan rangkaian kejadian secara menyeluruh.
Flydubai juga menangguhkan sementara penerbangan dari dan menuju Israel selama proses penyelidikan berlangsung.
Dengan demikian, kaitan antara insiden penerbangan tersebut dan tudingan operasi false flag masih sebatas klaim sumber yang dikutip media Iran. Fakta mengenai penyebab insiden pesawat tetap menunggu hasil penyelidikan otoritas terkait.
Baca berita internasional lainnya di JurnalLugas.Com.
(Handoko)






