JurnalLugas.Com — BUMN Holding Pangan ID FOOD memperluas kerja sama dengan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN untuk memperkuat pembiayaan sekaligus memperlancar rantai bisnis pangan nasional.
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU). Melalui kesepakatan ini, BTN menyiapkan plafon pembiayaan hingga Rp3 triliun untuk mendukung kebutuhan modal kerja, penyerapan komoditas pangan strategis, transaksi operasional hingga pengembangan sistem digital di lingkungan ID FOOD Group.
Direktur Utama ID FOOD Ghimoyo mengatakan dukungan pembiayaan tersebut akan memperkuat kemampuan perusahaan dalam menyerap komoditas pangan dari sektor hulu dan menyalurkannya ke pasar.
“Fasilitas ini memperkuat kapasitas ID FOOD dalam menyerap, mengelola, dan mendistribusikan pangan strategis,” ujar Ghimoyo dalam keterangan resmi yang diterima JurnalLugas.Com, Minggu (4/10/2026).
Pembiayaan tersebut dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan operasional, termasuk pengelolaan beras, gula, minyak goreng dan sejumlah komoditas pangan strategis lainnya.
Kerja sama ID FOOD dan BTN sebenarnya telah berjalan sejak 2024. BTN sebelumnya mendukung sejumlah program, seperti Bantuan Pangan Stunting, pengadaan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP), serta pembiayaan komersial berbagai komoditas.
Hingga kini, pemanfaatan fasilitas kredit BTN oleh ID FOOD Group telah mencapai sekitar Rp5 triliun. Menurut Ghimoyo, angka tersebut menunjukkan kerja sama kedua perusahaan sudah berjalan dalam skala yang cukup besar.
Kolaborasi terbaru juga tidak hanya menyasar kebutuhan pembiayaan korporasi. BTN akan memperluas layanan ke dalam jaringan bisnis ID FOOD, termasuk supplier, vendor, distributor, buyer, kontraktor, pedagang, mitra usaha hingga karyawan.
Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu menilai posisi ID FOOD strategis karena berada di tengah rantai pasok pangan nasional. Perannya mencakup penyerapan hasil pertanian, peternakan dan perikanan hingga pengolahan, distribusi dan tata niaga.
Menurut Nixon, semakin terhubung ekosistem ID FOOD, semakin besar pula dampaknya terhadap berbagai pelaku usaha yang bergantung pada rantai pangan.
Salah satu sektor yang menjadi perhatian adalah pengembangan jaringan Warung Pangan. BTN menyatakan siap mendukung kebutuhan transaksi, pembayaran, penagihan hingga peluang pembiayaan bagi mitra usaha yang berada dalam jaringan tersebut.
“BTN ingin terhubung dalam seluruh alur transaksi ID FOOD, dari pemasok hingga konsumen,” kata Nixon.
Dengan kerja sama ini, BTN dan ID FOOD tidak hanya memperkuat sisi pembiayaan, tetapi juga berupaya membangun rantai distribusi pangan yang lebih terintegrasi dari hulu hingga hilir.
Baca berita lainnya
JurnalLugas.Com
(William)






