Wall Street Menguat, Nasdaq Cetak Rekor di Tengah Ekspektasi Kebijakan The Fed

JurnalLugas.Com – Bursa saham Amerika Serikat berakhir menguat pada Jumat (2/10/2026). Penguatan terjadi setelah data ketenagakerjaan September yang lebih lemah dari perkiraan membuat investor menilai tekanan kenaikan suku bunga Federal Reserve atau The Fed dalam waktu dekat berpotensi mereda.

Indeks S&P 500 naik 0,8 persen dan ditutup di level 7.724,06. Dow Jones Industrial Average juga menguat 0,5 persen ke posisi 51.177,44.

Bacaan Lainnya

Kinerja paling menonjol datang dari Nasdaq Composite. Indeks yang banyak dihuni saham teknologi tersebut melonjak 1,2 persen ke 27.190,86 setelah sempat menyentuh rekor intraday baru di 27.353,68.

Baca Juga  IHSG Dibuka Melemah, LQ45 Ikut Terkoreksi

Meski demikian, penguatan pada perdagangan terakhir belum mampu mengangkat seluruh indeks secara mingguan. Nasdaq hanya mencatat kenaikan 0,5 persen, sedangkan S&P 500 turun 0,3 persen dan Dow melemah 1,3 persen.

Tekanan sepanjang pekan terutama berasal dari pasar obligasi pemerintah AS. Gejolak Treasury jangka panjang mendorong imbal hasil obligasi bertenor 10 tahun dan 30 tahun ke level tinggi dalam beberapa dekade.

Di sisi lain, pelemahan harga minyak memberikan sedikit ruang bagi pasar. Pasokan minyak mentah dari kawasan Timur Tengah yang membaik membantu meredam sebagian tekanan terhadap Wall Street.

Baca Juga  BRIDS Siap Antar 3 Perusahaan IPO di Semester II-2025 Target Dana Capai Rp1 Triliun

Pergerakan pasar berikutnya akan tetap dipengaruhi oleh data ekonomi AS dan bagaimana investor membaca arah kebijakan moneter The Fed.

Baca berita lainnya
JurnalLugas.Com

(Hans)

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait