JurnalLugas.Com — Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat dinamika pasar yang menarik pada perdagangan Senin, 2 Maret 2026. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan, namun beberapa saham dari sektor energi dan logam mulia mencatatkan kenaikan signifikan sebagai top gainer. Fenomena ini menunjukkan adanya pergeseran fokus investor di tengah gejolak pasar global.
Pada penutupan perdagangan, IHSG melemah sekitar 2,65 persen ke level 8.016, seiring meningkatnya tekanan jual di sebagian besar saham. Meski begitu, sejumlah saham komoditas mencatatkan lonjakan harga yang tajam, menandai peran sektor energi dan emas sebagai pilihan investasi yang lebih stabil di tengah ketidakpastian.
Sektor Energi dan Emas Memimpin Kenaikan
Beberapa saham energi dan minyak memimpin daftar top gainers, memperlihatkan tren investor yang beralih ke saham dengan fundamental kuat dan ketahanan terhadap fluktuasi pasar. Berikut adalah 10 saham dengan kenaikan terbesar pada hari ini:
- PT Indo Oil Perkasa Tbk (OILS) – +34,69%
- PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) – +25,00%
- PT Radiant Utama Interinsco Tbk (RUIS) – +25,00%
- PT Apexindo Pratama Duta Tbk (APEX) – +24,04%
- PT Krom Bank Indonesia Tbk (BBSI) – +18,76%
- PT Elnusa Tbk (ELSA) – +17,65%
- PT Ifishdeco Tbk (IFSH) – +17,32%
- PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) – +15,65%
- PT Indika Energy Tbk (INDY) – +15,53%
- PT Arthaves Tbk (ARTA) – +14,81%
Mayoritas kenaikan ini berasal dari emiten energi dan migas, yang tetap stabil meski pasar melemah secara keseluruhan. Lonjakan ini juga didorong oleh kenaikan harga komoditas global, termasuk minyak dan logam mulia.
Gejolak Global Dorong Investor ke Komoditas
Analis pasar menilai bahwa eskalasi ketegangan geopolitik internasional telah mendorong harga minyak dan emas, sehingga saham terkait ikut terdorong naik. Saham energi dan logam mulia menjadi opsi safe haven, yang menawarkan perlindungan nilai bagi investor di tengah volatilitas pasar.
“Di tengah pasar yang fluktuatif, saham energi dan logam mulia cenderung menjadi pilihan karena fundamentalnya kuat dan dipengaruhi kenaikan harga komoditas,” kata seorang analis pasar secara singkat.
Peluang dan Risiko di Pasar
Meskipun sebagian saham mencatat kenaikan signifikan, pelemahan IHSG menunjukkan adanya risiko yang masih tinggi. Investor disarankan untuk tetap hati-hati terhadap saham-saham yang lebih sensitif terhadap gejolak global dan faktor makroekonomi, terutama di sektor keuangan dan konsumer siklikal.
Untuk analisis lebih mendalam dan update real-time pasar modal Indonesia, kunjungi JurnalLugas.Com.
(WN)






