JurnalLugas.Com – Iran mengakui pembahasan mengenai kemungkinan keluar dari Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir atau NPT kini menjadi isu serius di kalangan politik negara tersebut.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, mengatakan pemerintah masih terikat sebagai anggota NPT dan memahami kewajiban yang melekat selama keanggotaan itu tetap berlaku.
Menurut Baghaei, Iran semestinya mendapatkan manfaat dari hak-haknya sebagai anggota NPT, bukan terus menghadapi tekanan maupun ancaman serangan militer.
“Pembahasan untuk keluar dari NPT sangat serius di kalangan politik Iran,” kata Baghaei dalam konferensi pers, Minggu, 4 Oktober 2026.
Meski demikian, Baghaei menegaskan posisi Iran saat ini belum berubah. Kementerian Luar Negeri akan menjalankan keputusan yang nantinya ditetapkan oleh otoritas yang memiliki kewenangan lebih tinggi terkait masa depan keanggotaan Iran dalam NPT.
Wacana tersebut sebelumnya juga disampaikan dari parlemen Iran. Wakil Ketua Parlemen Iran Ali Nikzad menyebut lembaganya tengah mengkaji kemungkinan Iran meninggalkan perjanjian tersebut.
Pada 13 September, anggota presidium parlemen Abbas Goudarzi bahkan menyatakan bahwa langkah keluar dari NPT merupakan opsi yang nyata dan relatif mudah dilakukan.
Perkembangan ini menunjukkan bahwa isu keanggotaan Iran dalam NPT mulai mendapat perhatian serius di tingkat politik. Namun hingga kini, Iran masih tercatat sebagai anggota NPT dan belum mengambil keputusan resmi untuk keluar.
Baca berita terbaru dan informasi aktual lainnya hanya di JurnalLugas.Com.
JurnalLugas.Com
(Dahlan)






