JurnalLugas.Com – Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, melontarkan kritik tajam terhadap Israel yang ia sebut sebagai pelaku utama aksi terorisme di dunia. Dalam pernyataannya pada Jumat (18/4), Pezeshkian menuding bahwa Tel Aviv menggunakan berbagai teknologi canggih, baik perangkat lunak maupun perangkat keras, untuk melancarkan aksi pembunuhan lintas negara.
Presiden Pezeshkian menyoroti ironi global, di mana Israel yang kerap melakukan kekerasan nyaris tanpa kecaman berarti, justru terus mendapat sokongan dari negara-negara yang mengklaim membela hak asasi manusia. “Mereka menyebut diri pembela HAM, namun tetap mendukung rezim yang melakukan tindakan represif dan teroristik secara sistematis,” ujar Pezeshkian.
Lebih lanjut, ia menyebut bahwa tindakan militer Israel, terutama terhadap warga sipil di wilayah konflik, bisa dikategorikan sebagai bentuk genosida. Menurutnya, standar ganda dunia internasional terlihat jelas ketika berbagai insiden yang melibatkan Iran segera dikritik keras, sementara pelanggaran yang dilakukan Israel cenderung dibiarkan.
Presiden Iran juga mengajak negara-negara Islam untuk menunjukkan solidaritas dan kekuatan yang lebih terorganisir dalam menghadapi dominasi Israel di kawasan. Ia menegaskan bahwa jika dunia Islam bersatu dan bersikap tegas, maka Israel tidak akan sebebas sekarang dalam melancarkan agresi dan aksi militer.
Pernyataan Pezeshkian ini datang di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, serta meningkatnya sorotan terhadap kebijakan luar negeri Israel yang dinilai semakin agresif dalam beberapa bulan terakhir.
Untuk berita lebih lanjut dan laporan mendalam lainnya, kunjungi JurnalLugas.com.






