Schneider Electric Akuisisi PTC Rp400 Triliun, Bidik Penguatan AI Industri

Ilustrasi saham akuisisi perusahaan
Ilustrasi Akuisisi Saham Perusahaan

JurnalLugas.Com — Schneider Electric mengambil langkah besar untuk memperkuat bisnis teknologi dan kecerdasan buatan (AI) industri dengan mengakuisisi perusahaan software asal Amerika Serikat, PTC.

Nilai transaksi tersebut mencapai sekitar USD22,6 miliar atau lebih dari Rp400 triliun. Schneider Electric menawarkan USD205 per saham untuk mengambil alih seluruh saham PTC secara tunai. Kesepakatan itu mencerminkan nilai perusahaan PTC sekitar USD23,7 miliar.

Bacaan Lainnya

Penawaran Schneider Electric juga memberikan premi sekitar 42,3 persen dibandingkan harga penutupan saham PTC sebelum transaksi diumumkan.

Akuisisi ini belum langsung rampung. Penyelesaian transaksi ditargetkan pada kuartal III 2027 setelah memperoleh persetujuan pemegang saham PTC serta memenuhi ketentuan regulator. Pembiayaan dilakukan melalui kombinasi penerbitan saham dan utang baru.

Baca Juga  10 Saham Paling Banyak Dijual Asing Sepekan, GOTO dan BMRI Teratas

Schneider Electric Perluas Kekuatan AI Industri

PTC memiliki bisnis software yang digunakan untuk mendukung desain produk, rekayasa, pengelolaan data hingga siklus hidup produk industri.

Keahlian tersebut dinilai dapat melengkapi kemampuan Schneider Electric dalam mengembangkan teknologi industri berbasis data dan AI.

CEO Schneider Electric Olivier Blum menyebut pengambilalihan PTC sebagai bagian penting dari strategi perusahaan memasuki era baru AI.

Menurut Blum, penggabungan kedua perusahaan akan menghubungkan data dari proses desain hingga pengoperasian dan pemeliharaan aset.

Langkah itu ditujukan untuk membangun fondasi teknologi yang dapat mendorong penerapan AI di sektor industri.

Dengan transaksi tersebut, Schneider Electric ingin memperkuat posisi di persimpangan antara teknologi digital, otomasi industri, energi dan AI.

Baca Juga  10 Saham Top Losers Pekan Ini, IHSG Menguat, Sejumlah Emiten Justru Tertekan

Akuisisi PTC juga menjadi bagian dari langkah Schneider Electric memperbesar bisnis software. Sebelumnya, perusahaan telah memperluas portofolio teknologi industri melalui sejumlah transaksi di sektor software dan data industri.

Jika transaksi selesai sesuai rencana, Schneider Electric akan memiliki cakupan teknologi yang lebih luas untuk membantu perusahaan industri mengintegrasikan data, proses produksi dan kecerdasan buatan dalam satu ekosistem digital.

Baca berita ekonomi dan bisnis lainnya hanya di JurnalLugas.Com.
JurnalLugas.Com

(Hans)

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait