Cara Mengenali Email Phishing yang Berbahaya Sebelum Data Dicuri

JurnalLugas.Com — Email masih menjadi salah satu jalur yang sering dimanfaatkan pelaku kejahatan siber untuk menipu pengguna. Pesan yang masuk bisa terlihat seperti pemberitahuan resmi dari bank, perusahaan, layanan digital, hingga seseorang yang dikenal.

Masalahnya, email phishing dirancang agar penerima tidak sempat berpikir panjang. Korban biasanya diarahkan untuk mengeklik tautan, membuka lampiran atau menyerahkan informasi pribadi.

Bacaan Lainnya

Phishing sendiri merupakan bentuk rekayasa sosial yang menyamarkan pelaku sebagai pihak terpercaya untuk memperoleh informasi sensitif atau akses ke sistem. CISA menyebut email phishing dapat digunakan untuk mencuri data, menyebarkan malware hingga membuka jalan menuju serangan yang lebih besar.

Karena itu, mengenali ciri email phishing menjadi langkah penting sebelum melakukan tindakan apa pun.

Periksa Alamat Pengirim

Jangan hanya melihat nama yang muncul pada kolom pengirim. Perhatikan alamat email secara lengkap.

Pelaku phishing dapat menggunakan nama perusahaan atau instansi yang terlihat meyakinkan, tetapi alamat sebenarnya menggunakan domain yang berbeda atau memiliki perubahan kecil pada ejaannya.

Misalnya, nama pengirim terlihat seperti layanan resmi, tetapi alamat email justru menggunakan domain yang tidak berhubungan.

Alamat pengirim yang aneh menjadi salah satu tanda yang patut dicurigai. CISA juga memasukkan alamat pengirim mencurigakan yang meniru bisnis resmi sebagai indikator umum phishing.

Waspadai Pesan yang Mendesak

Email phishing sering memainkan emosi penerima dengan menciptakan rasa takut atau panik.

Pesan dapat menyebut akun akan diblokir, transaksi harus segera dikonfirmasi, pembayaran bermasalah atau penerima harus melakukan verifikasi dalam waktu tertentu.

Pola tersebut sengaja dibuat agar korban langsung mengikuti instruksi tanpa melakukan pemeriksaan.

“Jangan terburu-buru mengambil tindakan,” demikian prinsip keamanan yang penting ketika menerima pesan yang meminta respons segera, yang dirangkum JurnalLugas.Com, Selasa 06 Oktober 2026.

Jika sebuah email meminta tindakan mendesak, berhenti sejenak dan periksa kebenarannya melalui saluran resmi.

Jangan Sembarangan Klik Tautan

Tautan merupakan salah satu bagian yang perlu diperiksa dengan sangat hati-hati.

Tulisan pada email bisa menunjukkan alamat yang tampak resmi, tetapi tautan sebenarnya dapat mengarah ke situs berbeda. Karena itu, jangan langsung mengeklik tautan hanya karena pesan terlihat meyakinkan.

Jika email meminta login atau pembaruan data, lebih aman membuka aplikasi atau alamat layanan resmi secara manual daripada menggunakan tautan yang diberikan dalam email mencurigakan.

CISA juga memperingatkan mengenai tautan palsu yang alamat tujuannya tidak sesuai dengan teks yang ditampilkan.

Perhatikan Permintaan Data Pribadi

Email yang meminta password, kode keamanan, data rekening, informasi kartu pembayaran atau informasi sensitif lainnya harus diperlakukan dengan hati-hati.

Pelaku phishing membutuhkan data tersebut untuk mengambil alih akun atau melakukan penipuan lanjutan.

Permintaan data pribadi menjadi semakin mencurigakan apabila digabungkan dengan ancaman, hadiah, pengembalian dana atau batas waktu yang sangat singkat.

Jangan memasukkan data sensitif sebelum memastikan siapa pengirim sebenarnya dan apakah permintaan tersebut memang berasal dari layanan yang bersangkutan.

Cermati Lampiran yang Tidak Dikenal

Lampiran email juga dapat menjadi pintu masuk masalah keamanan.

File yang tidak dikenal, terutama yang tidak pernah diminta sebelumnya, sebaiknya tidak langsung dibuka. Lampiran berbahaya dapat digunakan untuk menyebarkan perangkat lunak jahat atau mengarahkan korban ke tahap serangan berikutnya.

Jika seseorang yang dikenal tiba-tiba mengirim file tanpa penjelasan, jangan langsung berasumsi bahwa pesan tersebut aman. Konfirmasi melalui jalur komunikasi lain.

Salah Eja Bisa Menjadi Petunjuk

Kesalahan tata bahasa, ejaan yang janggal, format email tidak rapi atau salam pembuka yang terlalu umum dapat menjadi tanda peringatan.

Namun, kesalahan bahasa bukan satu-satunya ukuran. Email phishing saat ini dapat dibuat semakin meyakinkan sehingga penerima tidak boleh hanya mengandalkan tampilan pesan.

Yang lebih penting adalah memeriksa kombinasi beberapa tanda: alamat pengirim, tautan, lampiran, permintaan data dan tekanan untuk segera bertindak.

Apa yang Harus Dilakukan Jika Menerima Email Phishing?

Jika sebuah email terasa mencurigakan, jangan membalas pesan tersebut dan jangan mengeklik tautan atau membuka lampirannya.

Periksa informasi melalui sumber resmi. Bila email mengatasnamakan bank, perusahaan atau layanan tertentu, gunakan kontak resmi yang sudah diketahui, bukan nomor telepon atau tautan yang tercantum dalam pesan mencurigakan.

Email phishing juga sebaiknya dilaporkan melalui fitur pelaporan spam atau phishing yang tersedia pada layanan email. Setelah itu, pesan dapat dihapus.

Jika terlanjur mengeklik tautan atau memberikan informasi, segera amankan akun. Ganti password dari perangkat yang dipercaya, aktifkan autentikasi multifaktor dan lakukan pemeriksaan terhadap aktivitas akun yang tidak dikenal.

Jangan Mudah Percaya karena Email Terlihat Resmi

Hal terpenting dalam mengenali email phishing bukan sekadar mencari satu kesalahan. Pelaku dapat membuat pesan yang terlihat profesional dan menggunakan identitas yang menyerupai lembaga atau perusahaan tertentu.

Karena itu, kebiasaan berhenti sejenak sebelum mengeklik menjadi pertahanan sederhana tetapi penting.

Periksa siapa pengirimnya, ke mana tautannya mengarah, apa yang diminta dan mengapa penerima diminta melakukannya sekarang. Jika ada sesuatu yang tidak masuk akal, jangan lanjutkan sebelum kebenarannya dipastikan.

Email yang terlihat resmi belum tentu benar. Dalam keamanan digital, sedikit lebih waspada jauh lebih baik daripada menyesal setelah data pribadi atau akun berhasil dikuasai pelaku.

Baca berita lainnya
JurnalLugas.Com

(Tirta me)

Tombol Google News - JurnalLugas
Baca Juga  Cara Bikin Email di Yahoo Mail dengan Mudah, Panduan Lengkap Pemula

Pos terkait