Cara Mengamankan Akun Google dari Peretas, Jangan Tunggu Sampai Gmail Dibajak

JurnalLugas.Com — Akun Google kini bukan sekadar alamat untuk menerima email. Di dalamnya bisa tersimpan foto, dokumen, kontak, riwayat aktivitas hingga akses ke berbagai layanan digital. Karena itu, ketika akun Google jatuh ke tangan peretas, dampaknya bisa merembet ke banyak layanan sekaligus.

Kabar baiknya, pengguna bisa memperkuat keamanan akun tanpa harus menjadi ahli teknologi. Google sendiri menyediakan sejumlah fitur yang dapat digunakan untuk mencegah akses tidak sah, mulai dari Verifikasi 2 Langkah, passkey, pemeriksaan keamanan hingga alamat pemulihan.

Bacaan Lainnya

Jangan Hanya Mengandalkan Kata Sandi

Kesalahan yang masih sering terjadi adalah menggunakan satu kata sandi untuk banyak akun. Jika kata sandi tersebut bocor dari layanan lain, peretas dapat mencoba menggunakannya untuk masuk ke akun Google.

Google menyarankan penggunaan kata sandi yang kuat dan berbeda untuk setiap akun. Fitur Password Checkup juga dapat membantu mengetahui apakah kata sandi yang tersimpan pernah terkompromikan atau digunakan berulang kali.

“Password adalah garis pertahanan pertama,” demikian penjelasan Google mengenai pentingnya lapisan keamanan tambahan pada akun yang dirangkum JurnalLugas.Com, Minggu 30 Agustus 2026.

Karena itu, mengganti kata sandi secara sembarangan bukan satu-satunya solusi. Yang lebih penting adalah menambah lapisan perlindungan.

Aktifkan Verifikasi 2 Langkah

Langkah paling penting berikutnya adalah mengaktifkan Verifikasi 2 Langkah atau 2-Step Verification.

Dengan fitur ini, seseorang yang mengetahui kata sandi belum tentu bisa masuk ke akun karena masih membutuhkan metode verifikasi kedua. Google menyebut perlindungan tambahan ini dapat membantu mencegah peretas masuk meskipun kata sandi pengguna telah dicuri.

Pengguna dapat memeriksa pengaturan tersebut melalui menu keamanan Akun Google. Untuk perlindungan lebih kuat, Google juga merekomendasikan metode seperti Google Prompt atau security key dibanding hanya mengandalkan kode SMS.

Baca Juga  Marak Serangan Ransomware PDNS 2 Ini Kata Jokowi Terkait Peretasan Server

Pertimbangkan Menggunakan Passkey

Passkey menjadi pilihan lain untuk memperkuat proses login. Fitur ini memungkinkan pengguna masuk menggunakan kunci layar perangkat, seperti sidik jari, pemindaian wajah, PIN atau metode penguncian perangkat.

Berbeda dengan kata sandi yang dapat dicuri melalui situs phishing, passkey menggunakan teknologi kriptografi yang dirancang agar lebih tahan terhadap phishing dan serangan jarak jauh.

Bagi pengguna yang sudah terbiasa menggunakan sidik jari atau pengenalan wajah di ponsel, metode ini juga relatif praktis.

Pasang Email dan Nomor Pemulihan

Keamanan akun bukan hanya soal mencegah peretas masuk. Pengguna juga harus menyiapkan jalan keluar jika suatu saat kehilangan akses.

Google merekomendasikan nomor telepon dan email pemulihan. Keduanya dapat digunakan untuk membantu mendapatkan kembali akun sekaligus menerima pemberitahuan ketika terdapat aktivitas yang mencurigakan.

Pastikan nomor dan email tersebut masih aktif. Jangan menggunakan alamat pemulihan yang sudah tidak bisa diakses.

Rutin Periksa Perangkat yang Login

Peretas tidak selalu langsung mengubah kata sandi setelah berhasil masuk. Dalam beberapa kasus, akses yang tidak dikenal bisa tetap berada di akun.

Karena itu, pengguna sebaiknya memeriksa perangkat dan aktivitas keamanan secara berkala. Jika menemukan perangkat, aktivitas, aplikasi atau perubahan pengaturan yang tidak pernah dilakukan, segera lakukan tindakan pengamanan.

Google menyediakan Security Checkup untuk memberikan rekomendasi keamanan yang disesuaikan dengan kondisi akun pengguna.

Teknologi keamanan yang kuat tetap bisa gagal jika pengguna menyerahkan sendiri informasi login kepada penipu.

Modus phishing biasanya memanfaatkan pesan yang terlihat meyakinkan dan mengarahkan korban ke halaman login palsu. Karena itu, jangan terburu-buru memasukkan alamat email, kata sandi atau kode verifikasi ketika menerima pesan mencurigakan.

Google juga menekankan bahwa phishing merupakan salah satu cara umum pencurian kata sandi.

Jika sebuah pesan meminta pengguna segera login karena akun disebut bermasalah, lebih aman membuka layanan Google melalui alamat atau aplikasi resmi secara langsung daripada mengikuti tautan dari pesan tersebut.

Baca Juga  Hacker Bjorka God User Tawarkan Data Pribadi 6 juta Warga Indonesia Termasuk Jokowi di Forum Dark Web

Periksa Aplikasi yang Mendapat Akses

Aplikasi dan layanan pihak ketiga yang pernah terhubung ke akun Google juga perlu diperiksa.

Jika terdapat aplikasi yang sudah tidak digunakan atau tidak dikenal, aksesnya sebaiknya dicabut. Google menyediakan pengaturan untuk meninjau aplikasi yang memiliki akses terhadap informasi akun.

Langkah sederhana ini penting karena keamanan akun tidak hanya bergantung pada halaman login Google, tetapi juga pada layanan yang diberi izin untuk mengakses data pengguna.

Jika Sudah Terlanjur Dibobol

Jika muncul aktivitas asing, perubahan nomor pemulihan, email pemulihan, kata sandi atau perangkat yang tidak dikenal, jangan menunggu.

Google menyarankan pengguna segera mengamankan akun dan mengganti kata sandi. Jika sudah tidak dapat login, gunakan proses pemulihan akun dan ikuti pertanyaan verifikasi yang tersedia.

Pengguna juga perlu mengganti kata sandi pada layanan lain jika sebelumnya menggunakan kata sandi yang sama.

Pada akhirnya, menjaga akun Google tetap aman bukan pekerjaan sekali selesai. Pemeriksaan keamanan secara berkala, kata sandi unik, Verifikasi 2 Langkah, passkey, serta informasi pemulihan yang selalu aktif menjadi kombinasi penting untuk memperkecil risiko akun dikuasai peretas.

Bagi pengguna yang menyimpan banyak data penting di Gmail, Google Drive atau layanan Google lainnya, beberapa menit untuk mengecek keamanan akun bisa jauh lebih berharga daripada menunggu sampai akses benar-benar hilang.

Baca informasi dan berita lainnya di JurnalLugas.Com.

(Tirta)

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait