JurnalLugas.Com – Dugaan ancaman terhadap Pangkalan Angkatan Udara Kerajaan Inggris (RAF) Fairford bermula dari aktivitas mencurigakan di sekitar pangkalan pada 27 September 2026. Kasus ini kemudian berkembang menjadi penyelidikan kontra-terorisme dan dikaitkan dengan dugaan ancaman serangan drone Iran.
Berikut kronologinya.
Pada 27 September 2026 Polisi Inggris menerima laporan mengenai tiga kendaraan mencurigakan di sekitar RAF Fairford. Seorang warga setempat juga melaporkan adanya sejumlah pria yang mengenakan penutup wajah di sekitar lokasi.
Petugas bersenjata kemudian dikerahkan ke kawasan Whelford, sekitar 1,6 kilometer dari pangkalan. Lima pria berkewarganegaraan Inggris berusia 20-an ditangkap.
Mereka awalnya diperiksa terkait dugaan pelanggaran Undang-Undang Bahan Peledak. Penyelidikan kemudian berkembang ke dugaan persiapan aksi teror. Polisi melakukan pemeriksaan terhadap kendaraan dan mengamankan area sekitar.
Dalam penggeledahan, polisi menemukan sejumlah bahan bakar jenis bensin, tetapi tidak menemukan bahan peledak.
28 September Kelima tersangka dibebaskan dengan jaminan polisi. Mereka tetap berada dalam penyelidikan dan dikenai sejumlah ketentuan selama proses hukum berlangsung.
1 Oktober Penyelidikan berlanjut dengan penangkapan seorang pria berkewarganegaraan ganda Inggris-Iran di London. Polisi menyebut pria berusia 27 tahun itu ditangkap atas dugaan persiapan aksi teror.
Petugas juga menggeledah dua lokasi di London dan memeriksa seorang pria Inggris lainnya. Polisi menegaskan bahwa penyelidikan masih mempertimbangkan berbagai kemungkinan, termasuk dugaan keterlibatan negara asing.
Iran membantah keterlibatan dalam kasus tersebut. Sementara itu, pejabat Inggris menyebut terdapat indikasi keterkaitan Iran, tetapi rincian bukti yang mendasarinya belum dipublikasikan.
5–6 Oktober Perhatian kemudian mengarah pada dugaan ancaman serangan drone terhadap RAF Fairford. Laporan media menyebut informasi mengenai kemungkinan serangan drone Iran menjadi salah satu faktor di balik keputusan Amerika Serikat menarik pesawat pengebomnya dari pangkalan tersebut.
Pentagon mengonfirmasi pesawat-pesawat pengebom AS telah dipindahkan dari RAF Fairford. Presiden Donald Trump juga mengatakan keputusan itu berkaitan dengan adanya ancaman, tetapi tidak membeberkan secara terbuka siapa yang berada di balik ancaman tersebut.
Trump sebelumnya menolak menjelaskan apakah Iran benar-benar telah mengirim drone ke pangkalan Inggris. Namun, ia memperingatkan bahwa jika Iran terbukti melakukan tindakan tersebut, konsekuensinya akan sangat berat.
Sampai saat ini, dugaan serangan drone dan keterlibatan langsung Iran masih menjadi bagian dari penyelidikan. Tidak ada konfirmasi publik bahwa drone Iran telah benar-benar menyerang RAF Fairford.
RAF Fairford sendiri merupakan pangkalan penting bagi operasi pesawat pengebom strategis AS di Eropa. Karena itu, setiap ancaman terhadap fasilitas tersebut mendapat perhatian serius dari Inggris dan Amerika Serikat.
Baca berita internasional terbaru lainnya di JurnalLugas.Com
(Handoko)






