GOTO Hapus 32,19 Miliar Saham Treasuri, Catherine Hindra Sutjahyo Resmi Mundur

JurnalLugas.Com – PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) menyetujui dua keputusan penting dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 14 Oktober 2026.

Perseroan mendapat restu pemegang saham untuk menghapus sekitar 32,19 miliar saham treasuri sekaligus menerima pengunduran diri Catherine Hindra Sutjahyo dari jabatan Wakil Direktur Utama.

Bacaan Lainnya

Penghapusan saham treasuri menjadi salah satu keputusan utama karena berdampak pada pengurangan modal ditempatkan dan disetor perseroan. Saham yang dihapus merupakan hasil pembelian kembali saham atau share buyback dalam periode 12 Juni 2024 hingga 11 Juni 2025.

Dalam pemungutan suara, sebanyak 94,34 persen hak suara yang hadir menyetujui pengurangan modal tersebut. Sementara itu, 5,65 persen menyatakan abstain dan 0,01 persen menolak.

Setelah penghapusan saham disetujui, modal ditempatkan dan disetor GOTO berkurang menjadi Rp1,16 triliun.

Keputusan ini menandai langkah lanjutan GOTO dalam mengelola struktur permodalannya. Meski demikian, penghapusan saham treasuri tidak dengan sendirinya menunjukkan perubahan kinerja operasional atau keuntungan perusahaan.

Baca Juga  Saham Rokok Meledak! Investor Ramai Berburu ITIC, WIIM, HMSP, dan GGRM Usai Pemerintah Bekukan Cukai 2026

Dampaknya terhadap kondisi perseroan perlu dilihat bersama perkembangan bisnis dan laporan keuangan berikutnya.

Catherine Hindra Sutjahyo Mundur karena Alasan Keluarga

Agenda kedua RUPSLB menyangkut pengunduran diri Catherine Hindra Sutjahyo dari posisi Wakil Direktur Utama GOTO. Perseroan menyampaikan bahwa Catherine telah mengajukan pengunduran diri pada 28 Agustus 2026 dengan alasan keluarga.

Pemegang saham menyetujui pengunduran dirinya melalui pemungutan suara. Sebanyak 97,98 persen hak suara mendukung keputusan tersebut, sedangkan 2,01 persen abstain dan 0,01 persen menyatakan tidak setuju.

Persetujuan itu juga disertai pemberian pembebasan dan pelunasan tanggung jawab sepenuhnya atau acquit et de charge atas tindakan Catherine selama menjalankan tugasnya, sepanjang tindakan tersebut tercermin dalam laporan dan sesuai ketentuan yang berlaku.

GOTO turut menyampaikan apresiasi atas kontribusi Catherine selama bekerja di perusahaan.

Pergantian ini menjadi salah satu perubahan dalam jajaran pimpinan GOTO, di tengah keputusan perseroan mengenai struktur modal.

Namun, belum ada informasi dalam bahan RUPSLB ini yang menyebutkan adanya perubahan lain pada jajaran direksi sebagai dampak langsung dari pengunduran diri tersebut.

Susunan Komisaris dan Direksi GOTO Setelah RUPSLB

Setelah RUPSLB 14 Oktober 2026, susunan komisaris dan direksi GOTO adalah sebagai berikut.

Baca Juga  Saham Bank Panin Anjlok Hendrawan Danusaputra Jual 6,5 Juta Lembar di Bawah Harga Pasar

Dewan Komisaris

  • Komisaris Utama: Agus D.W. Martowardojo
  • Komisaris: Wishnutama Kusubandio
  • Komisaris: Andre Soelistyo
  • Komisaris: Santoso Kartono
  • Komisaris Independen: Dirk Van den Berghe
  • Komisaris Independen: Marjorie Tiu Lao
  • Komisaris Independen: John A. Prasetio

Direksi

  • Direktur Utama: Hans Patuwo
  • Direktur: Simon Tak Leung Ho
  • Direktur: Sudhanshu Raheja
  • Direktur: R.A. Koesoemohadiani
  • Direktur: Wuzhen (William) Xiong
  • Direktur: Monica Lynn Mulyanto

Dua keputusan RUPSLB tersebut memperlihatkan fokus GOTO pada penataan modal sekaligus penyelesaian perubahan kepemimpinan.

Penghapusan saham treasuri mengubah besaran modal ditempatkan dan disetor, sementara persetujuan pengunduran diri Catherine menuntaskan proses pergantian pada posisi Wakil Direktur Utama.

Perkembangan berikutnya akan menjadi perhatian pemegang saham, terutama terkait strategi bisnis, pengelolaan modal, dan kinerja keuangan perusahaan.

Baca berita lainnya
JurnalLugas.Com

(Hans)

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait