JurnalLugas.Com — Kadar asam urat dalam darah menjadi salah satu indikator kesehatan yang perlu diperhatikan, terutama ketika seseorang mulai mengalami nyeri sendi, pembengkakan, atau memiliki faktor risiko gangguan ginjal.
Namun, angka hasil pemeriksaan tidak bisa langsung diartikan sebagai tanda penyakit tanpa mempertimbangkan kondisi tubuh dan nilai rujukan laboratorium.
Asam urat merupakan zat sisa yang terbentuk ketika tubuh memecah purin, senyawa yang secara alami terdapat dalam sel dan sejumlah makanan.
Zat ini umumnya disaring oleh ginjal, kemudian dikeluarkan melalui urine. Jika tubuh memproduksi terlalu banyak asam urat atau ginjal tidak membuangnya secara optimal, kadarnya dapat meningkat dalam darah.
Lantas, berapa kadar asam urat normal menurut usia dan jenis kelamin?
Kadar Asam Urat Normal pada Laki-Laki dan Perempuan
Rentang kadar asam urat dapat berbeda antara laki-laki dan perempuan. Sebagai gambaran umum, sejumlah laboratorium menggunakan rentang berikut untuk pemeriksaan asam urat dalam darah pada orang dewasa.Kelompok Kisaran kadar asam urat Laki-laki dewasa 4,0–8,6 mg/dL Perempuan dewasa 3,0–7,1 mg/dL
Rentang tersebut merupakan salah satu acuan yang digunakan dalam pemeriksaan laboratorium, bukan batas universal untuk semua orang. Laboratorium lain dapat menetapkan rentang berbeda bergantung pada metode pemeriksaan dan populasi yang menjadi rujukan.
Karena itu, hasil pemeriksaan sebaiknya dibandingkan dengan nilai normal yang tercetak pada lembar hasil laboratorium. Angka di luar rentang tersebut perlu dinilai bersama gejala, riwayat kesehatan, penggunaan obat, dan faktor risiko lainnya.
Perubahan Kadar Asam Urat Berdasarkan Usia
Usia dapat memengaruhi kadar asam urat. Pada anak-anak, rentang rujukannya berbeda dari orang dewasa dan dapat berubah selama pertumbuhan, terutama ketika memasuki masa pubertas.
Pada orang dewasa, perbedaan kadar asam urat antara laki-laki dan perempuan juga dipengaruhi oleh perubahan hormonal serta kemampuan ginjal membuang zat tersebut.
Perempuan umumnya memiliki kadar lebih rendah sebelum menopause. Setelah menopause, kadar asam urat dapat meningkat sehingga perbedaannya dengan laki-laki cenderung menyempit.
Berikut gambaran yang perlu diperhatikan berdasarkan kelompok usia.
Anak-anak: Kadar asam urat harus dinilai menggunakan rentang rujukan sesuai usia dan jenis kelamin. Nilai normal orang dewasa tidak tepat digunakan secara otomatis untuk menilai hasil pemeriksaan anak.
Remaja: Perubahan hormon selama pubertas dapat memengaruhi kadar asam urat. Perbedaan antara laki-laki dan perempuan mulai lebih terlihat sehingga interpretasi hasil perlu menyesuaikan kelompok usia.
Dewasa: Perbedaan jenis kelamin menjadi salah satu pertimbangan utama. Pola makan, berat badan, fungsi ginjal, konsumsi alkohol, serta obat-obatan tertentu juga dapat memengaruhi hasil pemeriksaan.
Usia lanjut: Kadar asam urat perlu dinilai bersama kondisi ginjal, penyakit penyerta, dan obat yang dikonsumsi. Bertambahnya usia tidak berarti seseorang pasti mengalami asam urat tinggi, tetapi faktor kesehatan yang menyertainya dapat memengaruhi kadar zat tersebut.
Dengan demikian, tidak ada satu angka yang dapat dijadikan patokan mutlak untuk seluruh kelompok usia. Pemeriksaan dan penilaian klinis tetap diperlukan untuk menentukan apakah hasil seseorang berada dalam rentang yang sesuai.
Mengapa Kadar Asam Urat Bisa Meningkat?
Kadar asam urat yang tinggi dapat terjadi ketika produksi asam urat dalam tubuh meningkat atau pengeluarannya melalui ginjal berkurang.
Pola makan merupakan salah satu faktor yang dapat memengaruhi kadar tersebut. Jeroan, daging merah, serta beberapa jenis makanan laut mengandung purin dalam jumlah relatif tinggi. Konsumsi alkohol dan minuman tinggi fruktosa juga dapat berkontribusi terhadap peningkatan kadar asam urat.
Selain makanan, dehidrasi, obesitas, gangguan ginjal, serta penggunaan obat tertentu dapat memengaruhi hasil pemeriksaan. Faktor genetik dan kondisi medis lainnya juga perlu diperhitungkan.
Meski demikian, kadar asam urat tinggi tidak selalu disebabkan oleh makanan. Seseorang yang sudah mengatur pola makan tetap dapat memiliki kadar tinggi apabila terdapat gangguan pengeluaran asam urat atau faktor kesehatan lain.
Apakah Asam Urat Tinggi Selalu Menandakan Penyakit?
Kadar asam urat yang meningkat disebut hiperurisemia. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko terbentuknya kristal urat di persendian dan memicu penyakit gout atau artritis akibat asam urat.
Gejala yang dapat muncul antara lain nyeri sendi secara mendadak, pembengkakan, kemerahan, serta rasa panas pada bagian yang terkena. Serangan dapat terjadi pada jempol kaki, pergelangan kaki, lutut, atau persendian lainnya.
Namun, tidak semua orang dengan kadar asam urat tinggi mengalami gejala atau langsung menderita gout. Sebaliknya, kadar asam urat yang tidak terlalu tinggi ketika diperiksa juga tidak selalu menyingkirkan kemungkinan gout, terutama saat serangan sedang berlangsung.
Oleh sebab itu, diagnosis tidak cukup hanya berdasarkan satu angka pemeriksaan darah. Dokter dapat mempertimbangkan gejala, riwayat serangan, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan tambahan jika diperlukan.
Cara Menjaga Kadar Asam Urat Tetap Terkendali
Menjaga kadar asam urat dapat dimulai dari kebiasaan sehari-hari. Minum air yang cukup, mengatur berat badan secara bertahap, membatasi alkohol, dan mengurangi konsumsi makanan tinggi purin dapat membantu mengendalikan faktor risiko.
Pola makan seimbang dengan sayuran, buah utuh, serta sumber protein yang sesuai kebutuhan juga penting untuk menjaga kesehatan secara keseluruhan.
Pembatasan makanan sebaiknya tidak dilakukan secara berlebihan hingga menyebabkan kekurangan gizi.
Bagi orang yang memiliki kadar asam urat tinggi atau pernah mengalami serangan gout, pemeriksaan berkala dapat membantu memantau kondisi.
Dokter akan menentukan apakah perubahan pola hidup sudah memadai atau diperlukan pengobatan berdasarkan kondisi masing-masing.
Obat penurun asam urat tidak sebaiknya dikonsumsi sembarangan. Penggunaan obat, perubahan dosis, maupun penghentian terapi perlu mengikuti arahan tenaga medis.
Pasien yang sudah menjalani pengobatan juga tidak dianjurkan menghentikannya hanya karena gejala nyeri telah mereda.
Kapan Perlu Memeriksakan Diri ke Dokter?
Pemeriksaan medis perlu dipertimbangkan apabila nyeri sendi berulang, terjadi pembengkakan mendadak, atau hasil laboratorium menunjukkan kadar asam urat di luar rentang rujukan.
Nyeri sendi yang disertai demam, kemerahan yang nyata, atau kondisi tubuh yang memburuk memerlukan penilaian segera karena dapat pula menandakan infeksi sendi atau masalah lain yang membutuhkan penanganan cepat.
Memahami kadar asam urat normal menurut usia dan jenis kelamin dapat membantu seseorang membaca hasil pemeriksaan dengan lebih tepat.
Akan tetapi, angka laboratorium harus tetap dipahami sebagai bagian dari penilaian kesehatan secara menyeluruh, bukan satu-satunya dasar untuk menentukan penyakit.
Baca berita lainnya di JurnalLugas.Com
(Wening)






