JurnalLugas.Com – Kinerja PT Fore Kopi Indonesia Tbk (FORE) terus bertumbuh sepanjang sembilan bulan pertama 2026. Perusahaan yang menaungi Fore Coffee dan Fore Donut itu mencatat kenaikan pendapatan sekaligus laba bersih, seiring perluasan jaringan gerai dan penguatan bisnis.
Berdasarkan laporan keuangan per 30 September 2026, pendapatan FORE mencapai sekitar Rp1,59 triliun, meningkat 53,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp1,04 triliun.
Pertumbuhan penjualan tersebut turut diikuti kenaikan EBITDA sebesar 70,6 persen secara tahunan menjadi Rp342,2 miliar. Margin EBITDA juga meningkat menjadi 21,4 persen, dibandingkan 19,3 persen pada periode sebelumnya.
Laba bersih perseroan naik 49,7 persen menjadi Rp90 miliar. Capaian ini menunjukkan peningkatan profitabilitas di tengah ekspansi bisnis yang terus dilakukan perusahaan.
Presiden Direktur FORE Vico Lomar mengatakan, penjualan bersih, laba kotor, dan EBITDA hingga September 2026 telah melampaui realisasi sepanjang 2025.
“Kinerja keuangan yang solid sepanjang periode Januari-September 2026, didukung oleh peningkatan profitabilitas dan ekspansi jaringan gerai yang berkelanjutan,” ujar Vico dalam keterangan resmi, Kamis (22/10/2026).
Ekspansi Gerai Melampaui Target
Pertumbuhan FORE tidak hanya ditopang kinerja penjualan, tetapi juga penambahan gerai baru. Sepanjang Januari hingga September 2026, perusahaan membuka lebih dari 70 gerai Fore Coffee baru sehingga jumlah gerai aktif di Indonesia mencapai 388 lokasi.
Jumlah pembukaan tersebut telah melampaui target awal perusahaan untuk menambah 70 gerai selama 2026. Lebih dari 55 persen gerai baru berada di kota Tier 2 dan Tier 3, sebagai bagian dari strategi memperluas jangkauan pasar.
Secara keseluruhan, jaringan grup terdiri atas 410 gerai, mencakup 388 gerai Fore Coffee di Indonesia, lima gerai di Singapura, serta 17 gerai Fore Donut.
Perusahaan juga terus mengembangkan bisnis donat yang diluncurkan pada September 2025. Hingga September 2026, Fore Donut menambah 15 gerai baru, termasuk di wilayah Jabodetabek, Bandung, dan Surabaya.
Ekspansi tersebut disertai pengembangan produk untuk memperluas pilihan konsumen dan memperkuat portofolio bisnis.
Fokus pada Produktivitas dan Pengelolaan Modal
Vico menyebut perusahaan tidak hanya mengejar pertambahan jumlah gerai, tetapi juga berupaya meningkatkan produktivitas setiap lokasi. Disiplin operasional dan kualitas produk menjadi bagian dari strategi menjaga pertumbuhan bisnis.
Perseroan juga menyatakan tetap mengedepankan tata kelola perusahaan serta pengelolaan modal secara hati-hati, termasuk penggunaan dana hasil penawaran umum perdana saham atau IPO sesuai strategi perusahaan.
Kenaikan pendapatan dan laba hingga September menjadi catatan penting bagi FORE menjelang akhir tahun.
Namun, keberlanjutan pertumbuhan tetap bergantung pada kemampuan perusahaan menjaga profitabilitas, mengelola biaya operasional, serta memastikan ekspansi gerai dapat menghasilkan kinerja yang produktif.
Baca berita lainnya di JurnalLugas.Com
(Hans)






