MedcoEnergi Catat Laba USD275 Juta, Produksi Migas Capai 170 Ribu BOEPD

JurnalLugas.Com – PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) membukukan kinerja positif sepanjang semester I 2026. Perseroan mencatat laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar USD275 juta.

Capaian tersebut membaik dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan laba ditopang peningkatan produksi minyak dan gas (migas), perbaikan harga minyak dunia, serta kontribusi investasi di PT Amman Mineral Internasional Tbk setelah smelter beroperasi penuh.

Bacaan Lainnya

Dari sisi pendapatan, MedcoEnergi membukukan USD1,41 miliar dengan EBITDA USD805 juta dan laba kotor USD588 juta. Biaya kas produksi migas juga tercatat USD8,4 per barel setara minyak, berada di bawah panduan perseroan untuk 2026.

Kinerja produksi menjadi salah satu penopang utama. Sepanjang enam bulan pertama 2026, produksi migas MedcoEnergi mencapai 170 ribu barel setara minyak per hari atau mboepd. Gas menyumbang sekitar 72 persen dari total produksi.

Baca Juga  IHSG Tertekan di Awal Perdagangan, Investor Pantau Arah Bursa Hari Ini

Produksi tersebut ditopang sejumlah aset perseroan, antara lain Blok Corridor, Lapangan Forel dan Terubuk di South Natuna Sea Block B, Lapangan Bualuang di Thailand, Blok 60 Oman, serta proyek Senoro Fase 2A yang telah beroperasi penuh.

CEO MedcoEnergi Ronald Gunawan mengatakan hasil semester pertama mencerminkan kemampuan perusahaan menjaga operasi dan menjalankan proyek sesuai rencana.

“Fokus kami memastikan aset utama beroperasi optimal dan proyek pengembangan berjalan sesuai jadwal,” ujar Ronald.

MedcoEnergi juga mencatat perkembangan pada bisnis ketenagalistrikan. Penjualan listrik semester I 2026 mencapai 2.323 GWh, dengan kontribusi energi terbarukan sekitar 25 persen dari total penjualan listrik.

Di sisi keuangan, utang konsolidasi perseroan pada akhir Juni mencapai USD4,12 miliar dengan kas dan setara kas USD1,4 miliar. Rasio utang bersih terhadap EBITDA Restricted Group berada di level 1,4 kali.

Untuk sisa 2026, MedcoEnergi mempertahankan target produksi migas pada kisaran 165–170 mboepd. Perseroan juga menargetkan penjualan listrik sebesar 4.550 GWh.

Belanja modal untuk segmen migas dinaikkan menjadi USD450 juta hingga USD475 juta. Sementara itu, belanja modal bisnis ketenagalistrikan ditetapkan hingga USD50 juta.

Kinerja semester I 2026 menunjukkan bahwa produksi migas masih menjadi mesin utama MedcoEnergi, sementara kontribusi ketenagalistrikan dan investasi mineral ikut memperkuat struktur bisnis perseroan.

Baca berita ekonomi dan bisnis lainnya di JurnalLugas.Com.
JurnalLugas.Com

(Hans)

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait