JurnalLugas.Com – PT Fore Kopi Indonesia Tbk, perusahaan ritel kopi yang dikenal luas dengan brand Fore Coffee, hari ini mencatat sejarah baru dengan melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI). Melalui penawaran saham perdana (initial public offering/IPO), emiten berkode FORE ini langsung mencuri perhatian pasar.
Sejak pembukaan perdagangan, saham FORE menunjukkan performa impresif dengan menyentuh auto reject atas (ARA) di level Rp252 per saham. Kenaikan ini mencerminkan lonjakan sebesar 34,04 persen atau 64 poin dari harga penawaran awal, mengindikasikan antusiasme tinggi dari investor terhadap prospek jangka panjang perusahaan.
Visi Ekspansi dan Komitmen Kualitas
CEO Fore Coffee, Vico Lomar, mengungkapkan bahwa IPO ini bukan hanya aksi korporasi, melainkan bagian dari strategi besar perusahaan untuk memperluas jangkauan dan memperkuat pondasi bisnis. “Kami mengedepankan investasi jangka panjang, baik dalam inovasi produk maupun pengembangan pasar, agar kopi premium bisa dinikmati secara lebih luas dengan harga terjangkau,” ujar Vico dalam konferensi pers di Jakarta.
Dari hasil IPO, Fore Coffee berhasil menghimpun dana sebesar Rp353,44 miliar. Dana tersebut akan difokuskan pada ekspansi domestik dan penguatan operasional di sektor ritel makanan dan minuman.
Rincian Alokasi Dana IPO
Berikut ini alokasi penggunaan dana IPO Fore Coffee:
- Rp275 miliar dialokasikan untuk ekspansi jaringan ritel, dengan target pembangunan 140 gerai baru dalam dua tahun ke depan.
- Rp60 miliar digunakan untuk diversifikasi vertikal melalui pembukaan outlet donat sebagai pelengkap produk kopi.
- Rp18,44 miliar sisanya ditujukan untuk mendukung kebutuhan modal kerja dan operasional harian perusahaan.
Menurut Vico, sekitar 76% hingga 80% dana akan digunakan untuk ekspansi di pasar Indonesia, sementara 18% lainnya untuk memasuki lini bisnis baru yang menjanjikan, seperti produk makanan pendamping kopi.
Tata Kelola dan Dukungan Investor
Salah satu tokoh penting di balik kesuksesan IPO ini adalah Willson Cuaca, Komisaris Utama Fore Coffee sekaligus Co-Founder East Ventures. Ia menilai bahwa keberhasilan ini merupakan bukti nyata bahwa startup Indonesia bisa berkembang secara sehat, menguntungkan, dan berkelanjutan.
“IPO ini menandai era baru bagi startup lokal. Ini bukan sekadar tentang valuasi dan exit, melainkan bagaimana menciptakan bisnis yang sehat dengan tata kelola yang baik. Fore Coffee adalah bukti bahwa Indonesia bisa bangga memiliki startup yang layak ditiru, dan ini menjadi preseden penting di tengah ketidakpastian ekonomi global,” ujar Willson.
Didukung Perusahaan Sekuritas Terkemuka
Dalam proses IPO ini, Fore Coffee menggandeng Mandiri Sekuritas dan Henan Putihrai Sekuritas sebagai joint lead underwriter, yang berperan sebagai jembatan antara perusahaan dan investor publik.
Dengan langkah besar ini, Fore Coffee tak hanya memperkuat posisinya di industri kopi Indonesia, tapi juga membuka peluang baru dalam lanskap bisnis ritel modern yang lebih inklusif dan inovatif.
Selengkapnya baca berita bisnis terkini hanya di JurnalLugas.Com






