JurnalLugas.Com – Tun Dr Mahathir Mohamad, mantan Perdana Menteri Malaysia, dengan tegas membantah pernyataan Wakil Perdana Menteri, Zahid Hamidi, yang mengklaim bahwa dirinya adalah pihak yang “menyelamatkan UMNO”. Menurut Dr Mahathir, klaim tersebut tidak ada hubungannya dengan keputusannya untuk mundur dari jabatannya sebagai Perdana Menteri pada tahun 2020.
Dalam sebuah postingan di Facebook pada 12 Agustus, Dr Mahathir menjelaskan alasan sebenarnya di balik pengunduran dirinya. Ia menyatakan bahwa keputusan tersebut diambil karena partainya, Bersatu, telah kehilangan kepercayaan pada kepemimpinannya setelah mereka menolak sarannya. “Ketika pengikut sudah tidak lagi percaya kepada pemimpin, tindakan yang terhormat adalah mundur. Itulah yang saya lakukan,” ujarnya.
Dr Mahathir menambahkan bahwa Zahid Hamidi tidak perlu mengklaim dirinya sebagai “pahlawan” yang menggulingkannya dan menyelamatkan UMNO.
Pernyataan ini muncul setelah pada 10 Agustus, Zahid Hamidi mengklaim bahwa ia adalah otak di balik langkah untuk menggulingkan Dr Mahathir dari kursi perdana menteri, dengan alasan untuk mencegah Mahathir melarang UMNO.
Menurut Dr Mahathir, setelah kekalahan UMNO dalam pemilihan umum ke-14, Zahid yang saat itu menjabat sebagai presiden UMNO, mendatanginya untuk menanyakan nasib partai tersebut. “Saya menjelaskan bahwa UMNO telah menyimpang dari tujuan asalnya yang berjuang untuk bangsa, negara, dan agama, dan sekarang hanya berjuang untuk uang,” ungkap Dr Mahathir.
Ia menambahkan bahwa Zahid tidak setuju dengan pandangannya dan tidak mengambil langkah untuk membubarkan UMNO. Dalam pertemuan lainnya, Zahid juga sempat menyatakan bahwa dirinya tidak bersalah atas tuduhan korupsi yang menimpanya, namun Dr Mahathir menegaskan bahwa ia tidak memiliki wewenang untuk membebaskannya dari tuduhan tersebut dan bahwa “bukti” yang disodorkan Zahid harus diputuskan oleh pengadilan.






