Harga CPO Anjlok di Akhir Pekan di Bursa Malaysia Namun Masih Menghijau Secara Mingguan

JurnalLugas.Com – Harga minyak sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO) mengalami penurunan pada akhir pekan lalu, namun secara keseluruhan masih mencatatkan kenaikan dalam sepekan. Pada Jumat, 27 September 2024, harga CPO di Bursa Malaysia untuk kontrak pengiriman Desember 2024 ditutup di level MYR 4.052 per ton, turun 2,41% dibandingkan hari sebelumnya. Meskipun mengalami penurunan harian, harga CPO berhasil mencatatkan kenaikan mingguan sebesar 5,19%.

Penurunan harga CPO ini dipengaruhi oleh beberapa faktor eksternal yang cukup signifikan. Pertama, penurunan harga minyak nabati pesaing seperti minyak kedelai dan minyak rapeseed. Pada akhir pekan lalu, harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade tercatat turun sebesar 0,84%. Sementara itu, harga minyak rapeseed cenderung stagnan.

Bacaan Lainnya
Baca Juga  Harga Minyak Kelapa Sawit Mentah (Crude Palm Oil/CPO) di Bursa Malaysia Anjlok Relative Strength Index (RSI) Bearish

Penurunan harga minyak nabati pesaing mempengaruhi permintaan CPO karena komoditas-komoditas ini bisa saling menggantikan. Ketika harga minyak kedelai dan minyak rapeseed menjadi lebih murah, keuntungan dalam menggunakan CPO menjadi berkurang. Akibatnya, permintaan terhadap CPO menurun, yang pada akhirnya berdampak pada penurunan harga.

Selain itu, faktor nilai tukar mata uang juga berperan dalam fluktuasi harga CPO. Pada akhir pekan lalu, nilai tukar ringgit Malaysia menguat sebesar 0,42% terhadap dolar AS, dan sepanjang pekan lalu ringgit tercatat menguat sebesar 1,9%. Penguatan mata uang ini membuat CPO menjadi lebih mahal bagi investor yang menggunakan mata uang lain, sehingga permintaan terhadap CPO berisiko menurun.

Baca Juga  Harga CPO Melonjak Ekspektasi Permintaan Tinggi Bikin Harga Naik Terus

Secara keseluruhan, meskipun harga CPO terkoreksi di akhir pekan, tren kenaikan mingguan tetap menunjukkan bahwa komoditas ini masih memiliki potensi penguatan di tengah berbagai dinamika pasar. Namun, para pelaku pasar tetap perlu waspada terhadap perkembangan harga minyak nabati pesaing serta fluktuasi nilai tukar yang dapat memengaruhi harga CPO di masa mendatang.

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait