JurnalLugas.Com – Harga minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) mengalami penurunan signifikan dalam perdagangan terakhir, mendorong nilai CPO kembali di bawah MYR 4.000 per ton.
Pada hari Kamis, 30 Mei 2024, harga CPO di Bursa Malaysia untuk kontrak pengiriman Agustus tercatat di MYR 3.994 per ton, menurun 0,99% dibandingkan hari sebelumnya.
Meskipun terjadi penurunan, secara keseluruhan CPO masih menunjukkan tren positif. Selama seminggu terakhir, harga CPO meningkat 2,62% secara point-to-point. Dalam kurun waktu satu bulan, harga komoditas ini telah naik sebesar 4,72%.
Penurunan harga minyak nabati lainnya turut mempengaruhi koreksi harga CPO. Kemarin, harga minyak kedelai di Dalian, China, turun 1,04%, sedangkan di Chicago Board of Trade, Amerika Serikat, harga minyak kedelai merosot 1,5%.
Selain itu, harga minyak biji bunga matahari juga mengalami penurunan sebesar 2,16%, dan harga minyak rapeseed turun 1,27%.
Harga minyak nabati yang lebih murah membuat daya saing CPO berkurang. Pasalnya, komoditas-komoditas tersebut bisa saling menggantikan dalam penggunaannya.
Ketika harga minyak nabati lain menurun, konsumen cenderung beralih, mengurangi permintaan terhadap CPO.
Dengan demikian, fluktuasi harga minyak nabati global terus mempengaruhi dinamika harga CPO, menambah tantangan bagi para pelaku industri dalam menentukan strategi perdagangan dan produksi.






