JurnalLugas.Com – PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) mencatatkan perkembangan positif dalam laporan keuangannya hingga kuartal III-2024. Perusahaan berhasil menekan rugi periode berjalan menjadi Rp4,54 triliun dalam sembilan bulan pertama 2024, menurun 53% dibandingkan dengan kerugian Rp9,6 triliun pada periode yang sama tahun 2023.
Pertumbuhan Pendapatan dan Efisiensi Biaya
Peningkatan kinerja terlihat dari pertumbuhan pendapatan bersih sebesar 11% secara tahunan (YoY), mencapai Rp11,66 triliun hingga akhir kuartal III-2024. Pada periode yang sama tahun lalu, pendapatan bersih tercatat sebesar Rp10,51 triliun. Di sisi lain, GOTO berhasil mengurangi beban operasional sebesar 29% YoY menjadi Rp13,71 triliun.
Selain itu, rugi yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk juga menyusut 55%, dari Rp9,55 triliun pada kuartal III-2023 menjadi Rp4,31 triliun di periode yang sama tahun ini. Kinerja ini menunjukkan langkah signifikan dalam memperbaiki profitabilitas perusahaan.
Pendapatan dari Tokopedia dan Perbaikan EBITDA
Pada kuartal III-2024, GoTo mendapatkan kontribusi dari e-commerce service fee Tokopedia sebesar Rp191 miliar, dengan nilai bersih Rp172 miliar setelah pajak pertambahan nilai (PPN). Selain itu, EBITDA grup yang disesuaikan berhasil mencatatkan keuntungan Rp137 miliar, berbalik dari kerugian Rp599 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Manajemen menegaskan bahwa pencapaian ini menempatkan perusahaan di jalur yang tepat untuk mencapai target EBITDA yang disesuaikan impas (breakeven) pada akhir tahun 2024.
Pernyataan Manajemen
Direktur Utama GOTO, Patrick Walujo, mengapresiasi kinerja kuat GoTo di kuartal ini. Ia menekankan bahwa strategi perusahaan berjalan efektif dengan sinergi antarbisnis dalam ekosistem yang mendorong percepatan dan profitabilitas.
“Kami terus memperkuat ekosistem dengan fokus pada pertumbuhan pengguna baru dan peningkatan profitabilitas. Hal ini membuktikan bahwa setiap unit bisnis dapat memberikan nilai tambah bagi unit lainnya,” jelas Patrick.
Patrick juga mengungkapkan komitmen GoTo untuk memberikan solusi bernilai tambah melalui produk pembayaran dan layanan on-demand. Ia optimis bahwa segmen fintech akan mencapai EBITDA positif lebih cepat dari perkiraan, yaitu pada kuartal berikutnya.
Sementara itu, Direktur Keuangan Grup GoTo, Simon Ho, menekankan pertumbuhan pesat di segmen fintech. “Kami terus berhati-hati dalam pengelolaan beban dan fokus pada efisiensi operasional. Hasilnya, top-line tumbuh dan bottom-line membaik, baik di level unit bisnis maupun grup,” ungkapnya.
Simon juga menyoroti keberhasilan GoTo dalam memperbaiki EBITDA yang disesuaikan selama sembilan kuartal berturut-turut. Ia optimis bahwa perusahaan akan terus mendorong pertumbuhan sembari memperkuat penghematan biaya untuk mencapai target impas pada akhir tahun.
Posisi Kas dan Program Pembelian Kembali Saham
Per 30 September 2024, posisi kas dan setara kas GOTO tercatat sebesar Rp21 triliun atau sekitar USD1,39 miliar. Dalam menjaga soliditas neraca keuangan, perusahaan melaksanakan program pembelian kembali saham (share buyback) yang telah disetujui pemegang saham pada Juni 2024. Hingga akhir September 2024, GoTo telah membeli kembali 14,14 miliar saham dengan total nilai USD49 juta atau sekitar Rp743 miliar.
Kinerja GOTO pada kuartal III-2024 menunjukkan perbaikan signifikan baik dari segi efisiensi biaya maupun peningkatan pendapatan. Dengan EBITDA yang berbalik positif dan strategi bisnis yang konsisten, perusahaan berada di jalur yang tepat untuk mencapai target profitabilitas pada akhir 2024.
Inisiatif seperti fokus pada fintech dan pembelian kembali saham semakin memperkuat fondasi GoTo untuk menghadapi tantangan bisnis di masa depan.






