Kabar Baik! Mitra Driver Gojek Bisa Ajukan KPR Subsidi DP 0 Persen

JurnalLugas.Com – Kesempatan memiliki rumah pertama kini semakin terbuka bagi pekerja sektor informal. Pemerintah melalui BP Tapera menggandeng PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk untuk menghadirkan akses pembiayaan rumah bersubsidi bagi mitra pengemudi Gojek melalui skema uang muka atau DP 0 persen.

Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas akses kepemilikan hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang selama ini kerap menghadapi kendala dalam memenuhi persyaratan uang muka saat mengajukan kredit pemilikan rumah (KPR).

Bacaan Lainnya

Deputi Komisioner Bidang Pemanfaatan Dana BP Tapera, Sid Herdi Kusuma, menjelaskan bahwa program tersebut dirancang agar pekerja sektor informal yang memiliki penghasilan tetap memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh rumah layak.

“Melalui kerja sama ini, mitra pengemudi Gojek yang memenuhi kriteria MBR dapat memanfaatkan fasilitas KPR subsidi dengan DP 0 persen,” ujar Sid Herdi dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (3/7/2026).

Program tersebut memanfaatkan skema KPR Sejahtera FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan) yang selama ini menjadi salah satu instrumen pemerintah dalam mendukung kepemilikan rumah pertama bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Dalam implementasinya, mitra pengemudi tetap harus memenuhi ketentuan administrasi, lolos proses verifikasi, serta memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh perbankan penyalur KPR subsidi.

Program Berjalan Hingga 2027

Kesepakatan antara BP Tapera dan GoTo dijadwalkan berlangsung hingga 2027. Pemerintah berharap kerja sama tersebut mampu menjangkau lebih banyak mitra pengemudi di berbagai daerah sehingga pemerataan akses pembiayaan rumah dapat semakin luas.

Selain memberikan kemudahan melalui skema tanpa uang muka, pemerintah juga menilai kebijakan terbaru di sektor jasa keuangan akan semakin mendukung masyarakat memperoleh akses pembiayaan.

Penyesuaian ketentuan Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) yang dilakukan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dinilai membuka peluang lebih besar bagi calon debitur yang ingin mengakses pembiayaan perumahan, termasuk dalam Program Tiga Juta Rumah yang menjadi salah satu agenda prioritas pemerintah.

Sid Herdi menilai kemudahan tersebut akan membantu masyarakat yang sebelumnya terkendala dana awal untuk membeli rumah.

“Skema ini diharapkan membuat proses memiliki rumah pertama menjadi lebih ringan bagi masyarakat yang memenuhi persyaratan,” katanya.

Penyaluran FLPP Terus Bertambah

BP Tapera mencatat hingga 2 Juli 2026 realisasi penyaluran pembiayaan melalui FLPP telah mencapai 93.339 unit rumah dengan total nilai pembiayaan sekitar Rp11,60 triliun.

Kelompok pekerja swasta menjadi penerima manfaat terbesar dengan 61.126 unit atau sekitar 65,49 persen dari total penyaluran.

Posisi berikutnya ditempati kelompok wiraswasta sebanyak 15.890 unit atau 17,02 persen, disusul Pegawai Negeri Sipil (PNS) sebanyak 7.643 unit atau 8,19 persen.

Sementara itu, anggota TNI dan Polri memperoleh 1.394 unit rumah bersubsidi atau sekitar 1,49 persen dari keseluruhan realisasi.

Data tersebut menunjukkan bahwa pembiayaan FLPP semakin menjangkau berbagai kalangan, termasuk pekerja sektor informal yang selama ini memiliki tantangan dalam memperoleh akses kredit perumahan melalui jalur perbankan.

Dengan perluasan kolaborasi bersama perusahaan digital seperti Gojek, pemerintah berharap semakin banyak masyarakat berpenghasilan rendah yang mampu mewujudkan impian memiliki rumah pertama melalui pembiayaan yang lebih mudah, terjangkau, dan berkelanjutan.

Baca berita ekonomi, properti, dan kebijakan terbaru lainnya hanya di JurnalLugas.Com: https://jurnallugas.com

(Endarto)

Tombol Google News - JurnalLugas
Baca Juga  Saham GOTO Terancam Kembali ke Level Gocap

Pos terkait