JurnalLugas.Com – PT Jetour Motor Indonesia telah menegaskan komitmennya untuk mendukung pertumbuhan industri otomotif nasional dengan fokus pada perakitan kendaraan secara lokal. Langkah ini diambil seiring dengan wacana kenaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) menjadi 12 persen yang akan diberlakukan mulai Januari 2025.
Vice President Jetour International, Kevin Xu Haifeng, menyampaikan bahwa perusahaan memutuskan untuk tidak memperkenalkan mobil CBU (Completely Built-Up) di pasar Indonesia. Hal ini karena pajak yang dikenakan pada mobil impor utuh dinilai sangat tinggi, sehingga kurang kompetitif di pasar lokal. Sebagai gantinya, Jetour fokus pada model CKD (Completely Knocked Down) yang dirakit di Indonesia.
“Kami memutuskan untuk merakit mobil di dalam negeri agar lebih kompetitif, baik dari segi harga maupun daya saing di pasar Indonesia,” ujar Kevin Xu saat acara di Jakarta, Jumat, 15 November 2024.
Dukungan pada Industri Otomotif Nasional
Langkah strategis Jetour ini bukan hanya sebagai upaya untuk mengurangi beban pajak, tetapi juga sebagai wujud dukungan terhadap perkembangan industri otomotif lokal. Dua model andalan perusahaan, yakni Jetour Dashing dan X70 Plus, telah mulai diproduksi secara CKD di Indonesia sejak Oktober 2024.
Menurut Kevin, dengan merakit kendaraan secara lokal, perusahaan tidak hanya dapat menekan biaya produksi tetapi juga menciptakan dampak positif bagi perekonomian Indonesia, khususnya di sektor tenaga kerja.
“Kami berharap langkah ini dapat membuka lebih banyak peluang pekerjaan bagi masyarakat Indonesia, terutama di industri otomotif,” ujarnya.
Efek Positif Perakitan Lokal
Dengan merakit kendaraan di dalam negeri, Jetour berupaya menghadirkan produk otomotif yang lebih terjangkau bagi konsumen Indonesia. Perusahaan optimis strategi ini akan membantu memperluas pasar dan meningkatkan penerimaan produk di masyarakat.
Selain itu, perakitan lokal juga diharapkan dapat memperkuat rantai pasok industri otomotif domestik. Kevin menyatakan bahwa perusahaan akan terus berkontribusi dalam menciptakan ekosistem bisnis yang lebih berkelanjutan di Indonesia.
“Kami ingin memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan industri otomotif nasional. Ini adalah komitmen kami untuk tumbuh bersama Indonesia,” tambah Kevin.
Langkah PT Jetour Motor Indonesia dalam memprioritaskan perakitan kendaraan secara lokal menunjukkan komitmen kuat perusahaan untuk mendukung regulasi pemerintah dan mendongkrak perkembangan industri otomotif Indonesia.
Selain membantu menekan biaya pajak, kebijakan ini juga membuka peluang kerja bagi masyarakat lokal, memperkuat rantai pasok domestik, dan menciptakan produk yang lebih kompetitif di pasar.
Keputusan strategis ini mencerminkan visi jangka panjang Jetour untuk menjadi bagian penting dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia melalui kontribusi nyata di sektor otomotif.






