Saham Palantir Technologies Inc (PLTR) Jatuh 9,5% Pekan Ini Valuasi Rp7.500 T Jadi Sorotan Investor

JurnalLugas.Com — Saham Palantir Technologies Inc (PLTR) mengalami penurunan tajam pada pekan ini di tengah kekhawatiran investor mengenai valuasi saham yang dianggap terlalu tinggi. Pada penutupan perdagangan terakhir, harga saham PLTR berada di USD158,74, turun 9,5 persen, bahkan sempat menyentuh USD143,26 sebelum rebound menjelang akhir pekan.

Data dari Yahoo Finance menunjukkan Price to Earnings Ratio (PER) Palantir berada pada angka 529 kali, menandakan valuasi yang sangat premium dibandingkan pendapatan perusahaan. Kondisi ini memicu sejumlah trader melakukan posisi short, termasuk Andrew Left dari Citron Research.

Bacaan Lainnya

Dalam laporan investasi yang diterbitkan 18 Agustus, Left menyatakan bahwa harga saham Palantir yang tinggi harus diwaspadai. Dia menilai, idealnya saham PLTR diperdagangkan di kisaran USD40–USD50, dan bahkan jika turun ke level USD40, harga tersebut masih tergolong mahal. Left juga membandingkan valuasi Palantir dengan OpenAI, pemilik ChatGPT yang baru saja menggalang dana senilai USD6,6 miliar dengan valuasi USD157 miliar.

Baca Juga  IHSG Awali Perdagangan Tren Positif, Sentimen Pasar Dorong Optimisme Investor

Valuasi USD500 miliar memberikan tolok ukur baru untuk mengevaluasi saham favorit Wall Street, Palantir, yang kini terlepas dari fundamentalnya,” ungkap Citron, dikutip Business Insider, Sabtu (23/8/2025).

Left memperkirakan, jika OpenAI dihargai USD500 miliar dengan pendapatan tahunan USD29,6 miliar, maka price-to-revenue ratio mencapai 17 kali. Sementara itu, pendapatan tahunan Palantir diproyeksikan hanya USD5,6 miliar. Dengan perhitungan yang sama, harga saham PLTR seharusnya berada di USD40, tetap menjadikannya perusahaan Software as a Service (SaaS) termahal sepanjang sejarah.

Baca Juga  SBS Co Ltd Korsel Suntik Rp331 Miliar PT MD Entertainment Tbk (FILM) Resmi Jadi Investor

Meski begitu, Palantir tetap menjadi salah satu saham favorit di Wall Street. Perusahaan yang terdaftar di Nasdaq ini dinilai memiliki prospek kuat di sektor AI, terutama karena kontrak besar yang diperoleh dari pemerintah dan militer.

Per 22 Agustus, saham PLTR mencatat kenaikan 400 persen dalam setahun, dan jika ditarik ke lima tahun terakhir, kenaikannya mencapai 1.600 persen. Lonjakan ini menunjukkan minat tinggi investor terhadap perusahaan yang berfokus pada teknologi analitik dan kecerdasan buatan.

Baca berita lainnya di: JurnalLugas.Com

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait