JurnalLugas.Com — Presiden Prancis Emmanuel Macron menegaskan bahwa negaranya siap memainkan peran aktif dalam menjaga stabilitas di Jalur Gaza. Ia membuka kemungkinan pengerahan pasukan Prancis sebagai bagian dari misi internasional yang bertujuan menstabilkan kawasan tersebut pascakonflik berkepanjangan.
Macron menyampaikan hal itu dalam pernyataannya pada Kamis, 9 Oktober 2025. Ia menilai bahwa kehadiran pasukan stabilisasi internasional sementara sangat diperlukan untuk membangun fondasi keamanan di Gaza, termasuk melatih dan mempersenjatai pasukan keamanan Palestina.
Menurutnya, kerja sama tersebut akan melibatkan sejumlah negara kawasan seperti Yordania dan Mesir yang sudah berpengalaman dalam misi pelatihan dan keamanan regional. “Saya berterima kasih kepada rekan-rekan Eropa yang telah menyatakan kesiapan untuk berpartisipasi. Prancis siap memainkan perannya dalam hal ini,” ujar Macron.
Selain itu, Macron juga menekankan pentingnya pelucutan senjata terhadap kelompok Hamas sebagai langkah mendasar untuk mencapai gencatan senjata permanen. Ia menilai, tanpa langkah konkret menuju perlucutan senjata, perdamaian di Gaza sulit terwujud.
Langkah diplomatik Prancis ini muncul seiring dengan inisiatif baru dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump, yang pada 29 September lalu mengumumkan rencana 20 poin untuk mengakhiri konflik Gaza. Rencana tersebut mencakup seruan untuk gencatan senjata segera dan pembebasan sandera dalam waktu 72 jam.
Dalam rencana itu, Trump juga mengusulkan pembentukan “komite Palestina teknokratis dan apolitis” yang akan mengelola Gaza di bawah pengawasan dewan internasional. Tujuannya untuk memastikan transisi kekuasaan yang stabil tanpa campur tangan kelompok bersenjata.
Pada Rabu, Trump mengumumkan bahwa Israel dan Hamas telah menandatangani tahap pertama perjanjian damai Gaza. Kesepakatan tersebut mencakup pembebasan seluruh sandera oleh Hamas dan penarikan bertahap pasukan Israel dari wilayah Gaza.
Dengan dukungan dari negara-negara besar seperti Prancis, upaya internasional menuju perdamaian di Gaza kini memasuki babak baru. Namun, tantangan di lapangan masih besar, terutama dalam menjaga keamanan, menyalurkan bantuan kemanusiaan, dan memastikan stabilitas politik jangka panjang di kawasan yang telah lama bergejolak itu.
Untuk informasi geopolitik dan perkembangan dunia terkini, kunjungi JurnalLugas.Com.






