Prancis Siaga Gelombang Panas Kedua, 1.000 AC Dikirim ke Rumah Sakit Paris

JurnalLugas.Com – Ancaman gelombang panas kembali membayangi Prancis. Mengantisipasi lonjakan suhu yang diprediksi terjadi dalam beberapa hari ke depan, rumah sakit di kawasan Paris mempercepat pemasangan perangkat pendingin ruangan guna menjaga kondisi pasien serta mendukung kinerja tenaga kesehatan.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya darurat sektor kesehatan setelah pemerintah Prancis menyiapkan program pengadaan sekitar 30.000 unit pendingin ruangan (AC) yang akan didistribusikan ke berbagai rumah sakit di seluruh negeri.

Bacaan Lainnya

Di wilayah Paris, sekitar 1.000 unit AC dijadwalkan mulai tiba hingga akhir pekan. Distribusi itu difokuskan untuk memperkuat fasilitas kesehatan yang sebelumnya mengalami tekanan akibat suhu tinggi selama gelombang panas pertama.

Sebelum bantuan pemerintah terealisasi, sejumlah rumah sakit telah mengambil inisiatif dengan membeli perangkat pendingin secara mandiri.

Kebijakan ini ditempuh agar ruang perawatan tetap berada pada suhu yang lebih aman, terutama bagi pasien dengan kondisi medis yang rentan terhadap cuaca ekstrem.

Baca Juga  Highlight Prancis vs Jerman Mbappé & Olise Antar Les Bleus ke Posisi Ketiga

Kepala Departemen Hematologi Rumah Sakit Saint-Louis, Emmanuel Raffoux, mengatakan keberadaan AC kini bukan lagi sekadar fasilitas tambahan, melainkan kebutuhan penting dalam pelayanan kesehatan saat musim panas ekstrem.

Menurut Raffoux, gelombang panas kedua dapat memberikan dampak lebih besar karena banyak pasien masih menjalani masa pemulihan setelah terpapar suhu tinggi sebelumnya.

Kondisi tersebut juga berpotensi meningkatkan beban kerja tenaga medis yang harus tetap memberikan pelayanan optimal.

“Persiapan ini menjadi kebutuhan mendesak agar pasien maupun petugas kesehatan tetap terlindungi ketika suhu kembali melonjak,” ujar Raffoux, Jumat 03 Juli 2026.

Pada periode gelombang panas sebelumnya, beberapa ruang perawatan di rumah sakit Paris dilaporkan mencatat suhu hingga sekitar 32 derajat Celsius.

Situasi tersebut memicu kekhawatiran karena suhu ruangan yang terlalu tinggi dapat mengganggu proses pemulihan pasien, khususnya kelompok lanjut usia, penderita penyakit kronis, dan pasien dengan daya tahan tubuh lemah.

Jaringan Rumah Sakit Umum Paris (AP-HP) menyebutkan telah menambah sekitar 800 unit AC sejak penghujung musim panas 2025 hingga pertengahan 2026.

Namun meningkatnya ancaman cuaca ekstrem membuat institusi tersebut kembali memesan sekitar 1.000 unit tambahan hanya dalam waktu kurang dari sepekan.

Baca Juga  Istri Macron Brigitte Difitnah Lahir sebagai Pria Presiden Prancis Tuntut Candace Owens di Delaware AS

Pihak AP-HP berharap biaya pengadaan darurat tersebut nantinya dapat diganti melalui program nasional pemerintah setelah distribusi 30.000 unit AC mulai dilaksanakan.

Fenomena suhu ekstrem beberapa waktu terakhir menunjukkan bahwa perubahan iklim semakin memberi tekanan pada sistem layanan kesehatan di Eropa.

Dalam beberapa hari terakhir, berbagai wilayah di Prancis mencatat suhu melebihi 35 derajat Celsius, memaksa rumah sakit meningkatkan kesiapsiagaan agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan dengan aman.

Langkah percepatan pengadaan pendingin ruangan di rumah sakit dinilai menjadi salah satu strategi penting untuk mengurangi risiko kesehatan selama musim panas, sekaligus memperkuat ketahanan fasilitas medis dalam menghadapi cuaca ekstrem yang diperkirakan semakin sering terjadi.

Baca berita nasional dan internasional terbaru lainnya hanya di JurnalLugas.Com.

(Handoko)

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait