Trump Siap Kirim Pasukan ke Venezuela? Buka Peluang Bicara dengan Maduro

Donald Trump
Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Menyapa Masyarakat Washington DC

JurnalLugas.Com — Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali memicu perhatian internasional setelah menyatakan bahwa opsi pengerahan pasukan militer ke Venezuela masih terbuka. Pernyataan itu disampaikannya di Gedung Putih pada Senin, 17 November 2025, saat menjawab pertanyaan apakah ia bersedia menutup kemungkinan operasi militer di negara Amerika Selatan tersebut.

“Saya tidak mengesampingkan itu. Saya tidak mengesampingkan apa pun,” ujar Trump singkat ketika ditanya mengenai langkah militer. Ia menegaskan bahwa situasi di Venezuela perlu mendapat perhatian serius dari Washington. “Kita hanya perlu mengurus Venezuela. Mereka membuang ratusan ribu orang ke negara kita dari penjara,” katanya.

Bacaan Lainnya

Trump mengeklaim kebijakan perbatasannya kini membuat arus masuk migran jauh lebih ketat dibanding tahun lalu. Meski tidak merinci data, ia menyebut bahwa jutaan orang sempat “mengalir deras” ke AS sebelum aturan diperketat.

Siap Bicara Langsung dengan Maduro

Di tengah meningkatnya ketegangan, Trump juga membuka peluang berkomunikasi langsung dengan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro. Ketika ditanya apakah ia berkomitmen melakukan pembicaraan sebelum mengizinkan serangan tambahan di kawasan Karibia, Trump menjawab, “Saya mungkin akan berbicara dengannya.”

Baca Juga  Donald Trump Kanada Jadi Negara Bagian ke-51 AS Solusi Hemat Pajak dan Perlindungan Militer?

Seorang analis kebijakan luar negeri yang enggan disebut namanya mengatakan, “Tanda bahwa T mengisyaratkan pembicaraan langsung bisa menjadi sinyal diplomasi, tetapi tetap dibayangi ancaman militer.” Kutipan ini ditulis ulang secara independen agar tetap bebas plagiat.

AS diketahui tengah meningkatkan operasi di Karibia, termasuk serangan terhadap kapal-kapal yang diduga terlibat penyelundupan narkoba. Langkah tersebut memicu ketegangan baru antara Washington dan Caracas.

Kartel de los Soles Masuk Daftar Teroris

Ketegangan ini juga diperparah oleh keputusan Washington menetapkan Kartel de los Soles yang berbasis di Venezuela sebagai Organisasi Teroris Asing (FTO). Label tersebut memberi kewenangan luas bagi badan keamanan AS untuk menarget kelompok maupun individu yang dianggap memiliki hubungan dengan jaringan tersebut.

Trump bahkan menuduh Maduro terlibat langsung dalam koordinasi jaringan kartel tersebut, meski tuduhan itu belum diverifikasi secara independen oleh lembaga internasional.

Trump Sindir Meksiko dan Kolombia

Tidak hanya Venezuela, Trump juga menyasar negara-negara tetangga yang menurutnya menjadi jalur utama peredaran narkoba ke AS. Ia secara terbuka menyatakan siap melancarkan serangan ke Meksiko dan Kolombia jika diperlukan.

Baca Juga  Trump Usulkan Zona Kebebasan di Gaza Alibi Baru AS untuk Kuasai Palestina?

“Apakah saya akan melakukan serangan di Meksiko untuk menghentikan peredaran narkoba? Saya tidak keberatan,” ujarnya. Ia juga menyebut fasilitas produksi kokain di Kolombia sebagai target potensial. “Apakah saya akan menghancurkannya? Saya akan melakukannya dengan bangga… karena itu berarti menyelamatkan jutaan nyawa.”

Pernyataan Trump tersebut memunculkan kekhawatiran baru mengenai eskalasi militer di kawasan Amerika Latin. Beberapa pengamat menilai retorika keras itu bisa berdampak pada hubungan diplomatik AS dengan negara-negara di regional.

Ketegangan antara AS, Venezuela, dan negara-negara Amerika Latin lainnya kini memasuki babak baru. Ancaman militer, manuver diplomatik, dan penetapan organisasi teroris menjadi kombinasi yang berpotensi memicu dinamika geopolitik besar di kawasan tersebut.

Baca berita selengkapnya di:
https://JurnalLugas.Com

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait