Iran, Eropa Tak Lagi Netral, Pernyataan Mark Rutte NATO Dukung AS

JurnalLugas.Com — Hubungan antara Iran dengan negara-negara Barat kembali memanas setelah muncul pernyataan dari Sekretaris Jenderal NATO yang dinilai menunjukkan keberpihakan terhadap operasi militer Amerika Serikat dan Israel.

Teheran menilai sikap tersebut menjadi bukti bahwa negara-negara Eropa tidak lagi berada pada posisi netral dalam konflik yang terus berkembang di kawasan Timur Tengah.

Bacaan Lainnya

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, pada Kamis (9/7/2026), menegaskan bahwa komentar yang disampaikan Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte memperlihatkan dukungan terbuka terhadap langkah militer Washington dan Tel Aviv.

Menurut Baghaei, pernyataan tersebut semakin menguatkan pandangan Iran bahwa sejumlah negara Eropa telah mengambil posisi politik dalam konflik yang melibatkan Iran.

“Pernyataan itu menunjukkan bahwa mereka bukan lagi pihak yang netral dalam konflik yang menurut kami bertentangan dengan hukum internasional,” ujar Baghaei dalam pernyataan yang dipublikasikan melalui akun resminya.

Ketegangan Meningkat Usai Serangan Militer

Situasi keamanan di Timur Tengah kembali menjadi sorotan setelah Amerika Serikat melancarkan operasi militer terhadap sejumlah sasaran di wilayah Iran pada Rabu malam waktu setempat.

Di sisi lain, pemerintah Iran mengklaim telah melakukan respons militer terhadap fasilitas yang berkaitan dengan kepentingan Amerika Serikat di kawasan Teluk.

Langkah tersebut disebut sebagai balasan atas aksi yang dianggap telah melanggar kesepakatan penghentian konflik.

Pernyataan saling tuding antara kedua negara memperlihatkan bahwa peluang meredanya ketegangan masih jauh dari harapan.

CENTCOM Klaim Puluhan Target Diserang

Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan operasi yang dilakukan menyasar sekitar 90 target yang diklaim memiliki nilai strategis.

Sementara itu, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menyebut pihaknya telah membalas operasi tersebut dengan serangan terhadap dua pangkalan udara Amerika Serikat yang berada di Kuwait dan Bahrain.

Hingga saat ini belum ada informasi resmi mengenai besaran kerusakan maupun jumlah korban dari kedua belah pihak yang dapat diverifikasi secara independen.

Kekhawatiran Dunia Internasional

Meningkatnya eskalasi militer kembali memunculkan kekhawatiran masyarakat internasional terhadap stabilitas kawasan Timur Tengah.

Sejumlah pengamat menilai konflik yang terus meluas berpotensi memengaruhi keamanan regional, jalur perdagangan internasional, hingga pergerakan harga energi global apabila tidak segera diredam melalui jalur diplomasi.

Di tengah situasi tersebut, berbagai pihak terus mendorong penyelesaian sengketa melalui dialog guna mencegah konflik berkembang menjadi perang yang lebih luas.

Baca berita nasional dan internasional terbaru lainnya di JurnalLugas.Com.

(Dahlan)

Tombol Google News - JurnalLugas
Baca Juga  Negosiasi Nuklir Iran Terancam Gagal, Trump Pertimbangkan Kirim Kapal Induk Tambahan

Pos terkait