Saham RANS Langsung ARA BEI, IPO Raffi Ahmad dan Nagita Slavina Raup Rp429,25 Miliar

JurnalLugas.Com – Langkah PT RANS Entertainment Indonesia Tbk (RANS) memasuki pasar modal Indonesia mendapat sambutan positif dari investor.

Pada hari pertama diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI), saham emiten yang didirikan Raffi Ahmad dan Nagita Slavina langsung melonjak hingga menyentuh batas Auto Reject Atas (ARA).

Bacaan Lainnya

Saham RANS ditutup di level Rp228 per lembar, naik 58 poin atau sekitar 34,12 persen dibandingkan harga penawaran umum perdana (IPO) sebesar Rp170 per saham.

Keberhasilan debut tersebut memperlihatkan tingginya minat pasar terhadap perusahaan yang berkembang dari industri kreatif dan ekonomi digital.

Berhasil Himpun Dana Rp429,25 Miliar

Dalam proses Initial Public Offering (IPO), RANS menawarkan 2,525 miliar saham baru, setara sekitar 20,02 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah penawaran.

Melalui aksi korporasi tersebut, perseroan berhasil mengumpulkan dana segar sebesar Rp429,25 miliar yang akan digunakan untuk mempercepat ekspansi bisnis di berbagai sektor.

Direktur Utama RANS, Nagita Slavina, mengatakan Indonesia memiliki potensi besar dalam industri kreatif.

Baca Juga  PT Chandra Daya Internusa Abadi (CDIA) Anak Usaha Prajogo Pangestu Tawarkan 12,48 Miliar Saham IPO

Menurutnya, tantangan ke depan adalah mengembangkan kreativitas menjadi aset bisnis yang mampu menciptakan nilai ekonomi secara berkelanjutan.

“Kreativitas harus mampu berkembang menjadi intellectual property yang dikelola secara profesional sehingga dapat membuka lapangan kerja dan memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas,” ujar Nagita, Jumat 10 Juli 2026.

Dana IPO Difokuskan untuk Ekspansi Bisnis

Perseroan telah menyiapkan sejumlah agenda strategis menggunakan dana hasil penawaran saham perdana.

Sebagian dana akan dialokasikan untuk penyelenggaraan konser berskala besar, akuisisi mayoritas saham PT RANS Kosmetika Indonesia, pengembangan kawasan bermain dan edukasi Cipungland, serta investasi pada perusahaan patungan berbasis Artificial Intelligence (AI).

Selain itu, sebagian dana juga digunakan untuk memperkuat struktur keuangan perusahaan melalui pelunasan sebagian fasilitas kredit investasi dan penambahan modal kerja pada unit usaha kuliner.

Langkah tersebut menunjukkan bahwa RANS tidak hanya berfokus pada industri hiburan, tetapi juga memperluas portofolio bisnis ke sektor teknologi, gaya hidup, hingga ekonomi kreatif.

Raffi Ahmad, Ini Awal Babak Baru RANS

Pendiri RANS, Raffi Ahmad, menegaskan pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia bukanlah akhir perjalanan perusahaan, melainkan awal memasuki fase pertumbuhan yang lebih besar.

Menurutnya, menjadi perusahaan terbuka berarti RANS harus menjalankan bisnis dengan standar tata kelola yang lebih baik, transparan, serta bertanggung jawab kepada para investor.

“Hari ini bukan garis akhir, tetapi titik awal untuk bertumbuh sebagai perusahaan publik yang profesional dan akuntabel,” kata Raffi.

Ia juga berharap keberhasilan IPO RANS dapat menjadi inspirasi bahwa perusahaan yang lahir dari creator economy mampu berkembang menjadi korporasi besar tanpa kehilangan identitas kreatif yang menjadi kekuatan utamanya.

Masuknya RANS ke lantai bursa dinilai menjadi salah satu momentum penting bagi perkembangan industri kreatif Indonesia, sekaligus membuka peluang lebih besar bagi perusahaan berbasis konten digital untuk memperoleh akses pendanaan melalui pasar modal.

Baca berita ekonomi, bisnis, dan pasar modal terbaru lainnya di JurnalLugas.Com: https://jurnallugas.com

(Hans)

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait