JurnalLugas.Com — Ketegangan diplomatik antara Amerika Serikat dan Spanyol memanas setelah Presiden Donald Trump melontarkan ancaman penghentian hubungan dagang. Pernyataan itu muncul menyusul keputusan Madrid yang tidak mengizinkan Washington menggunakan pangkalan militer di wilayahnya untuk menyerang Iran.
Dalam pernyataannya di Gedung Putih, Trump menyampaikan kekecewaan terbuka atas sikap pemerintah Spanyol. Ia menilai keputusan tersebut merugikan kepentingan strategis AS di kawasan Timur Tengah.
“Kami mempertimbangkan untuk menghentikan seluruh perdagangan. Kami tidak ingin berurusan dengan mereka jika tidak ada kerja sama,” ujarnya di hadapan awak media.
Madrid Tegaskan Batasan Hukum Internasional
Sehari sebelumnya, pemerintah Spanyol menegaskan bahwa seluruh pangkalan militer di bawah kedaulatannya tidak dapat digunakan untuk operasi di luar perjanjian bilateral dan ketentuan Piagam PBB.
Menteri Luar Negeri Spanyol, Jose Manuel Albares, dalam wawancara dengan El Diario, menyebut bahwa meskipun fasilitas tersebut digunakan bersama, otoritas penuh tetap berada di tangan Madrid.
Ia menegaskan bahwa tidak ada pemberitahuan resmi sebelumnya terkait rencana serangan terhadap Iran dan menyebut langkah militer itu sebagai tindakan sepihak di luar kerangka kolektif.
“Kedaulatan kami tidak bisa ditawar,” tegasnya singkat.
Inggris Juga Kena Sindiran
Selain Spanyol, Trump turut menyoroti sikap Inggris terkait pengalihan kedaulatan Kepulauan Chagos kepada Mauritius. Kesepakatan tersebut tetap memberikan hak sewa 99 tahun untuk pengoperasian pangkalan militer gabungan di Diego Garcia.
Menurut Trump, kebijakan itu menyulitkan pergerakan militer AS dalam situasi genting. Ia bahkan menyindir kepemimpinan Perdana Menteri Keir Starmer dengan membandingkannya dengan figur historis Winston Churchill.
“Kami butuh kepastian akses. Ini bukan masa lalu ketika sekutu selalu solid,” ucapnya.
Risiko Ekonomi dan Diplomasi
Ancaman pemutusan kerja sama dagang dinilai bisa berdampak signifikan terhadap hubungan bilateral AS–Spanyol. Kedua negara memiliki nilai perdagangan miliaran dolar per tahun, mencakup sektor energi, pertahanan, hingga manufaktur.
Pengamat geopolitik menilai pernyataan Trump mencerminkan tekanan politik terhadap sekutu NATO agar selaras dengan kebijakan luar negeri Washington. Namun, langkah tersebut juga berisiko memperuncing ketegangan transatlantik di tengah dinamika global yang sensitif.
Keputusan Madrid mempertahankan kedaulatan pangkalan militernya kini menjadi sorotan internasional, sekaligus menguji soliditas aliansi Barat dalam menghadapi konflik Timur Tengah.
Ikuti perkembangan berita internasional terbaru dan analisis mendalam lainnya di https://JurnalLugas.Com
(SF)






