JurnalLugas.Com – Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menegaskan bahwa Washington tidak meminta akses ke pangkalan militer Inggris sebelum melancarkan serangan ke Iran. Permintaan resmi baru diajukan pada 28 Februari 2026, setelah serangan AS dan Israel menarget wilayah Iran termasuk Teheran, yang menimbulkan kerusakan serta korban sipil.
Dalam pernyataannya kepada wartawan, Starmer menyatakan, “Tidak ada permintaan dengan persyaratan khusus dari AS yang kami setujui hingga Sabtu sore.” Ia menegaskan bahwa isu akses pangkalan Inggris sebelumnya masih dalam tahap pembahasan internal dan belum ada keputusan yang bisa dibuat pada Jumat sebelumnya.
Serangan balasan Iran menarget wilayah Israel serta sejumlah pangkalan militer AS di Timur Tengah, meningkatkan ketegangan regional. Starmer menjelaskan bahwa London dan Washington baru mendiskusikan kondisi spesifik penggunaan pangkalan Inggris oleh pesawat pembom AS pada Minggu, setelah itu izin resmi diberikan.
Langkah ini menegaskan posisi Inggris yang tetap mengedepankan prosedur diplomatik sebelum memberikan dukungan militer bagi operasi internasional. Meski demikian, ketegangan antara AS, Israel, dan Iran terus menjadi sorotan global, memicu berbagai reaksi dari komunitas internasional.
Bagi pembaca yang ingin mengikuti perkembangan lebih lanjut, informasi lengkap dapat diakses di JurnalLugas.Com.
(BW)






