Ajakan Ribut Trump ke Iran, Jelas José Manuel Albares Spanyol Ogah

Presiden Amerika Serikat Donald Trump
Foto : Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump

JurnalLugas.Com — Hubungan diplomatik antara Amerika Serikat dan Spanyol kembali menjadi sorotan setelah Presiden AS, Donald Trump, melontarkan kritik keras terhadap pemerintah Madrid terkait kerja sama militer dan komitmen dalam aliansi North Atlantic Treaty Organization (NATO).

Dalam pernyataan yang disampaikan pada Rabu (11/3), Trump menilai Spanyol tidak menunjukkan sikap kooperatif terhadap kepentingan Amerika Serikat. Bahkan, ia menyebut Washington bisa saja menghentikan hubungan perdagangan dengan negara tersebut jika situasi tidak berubah.

Bacaan Lainnya

Trump menyampaikan bahwa pemerintah Spanyol dinilai tidak memberikan dukungan yang diharapkan dalam berbagai kerja sama strategis.

“Menurutnya, sikap Spanyol tidak menunjukkan kemitraan yang kuat dengan Amerika Serikat. Ia juga menilai kerja sama yang seharusnya berjalan justru tidak terlihat,” demikian pernyataan Trump yang disampaikan kepada media.

Perselisihan Soal Penggunaan Pangkalan Militer

Ketegangan ini bermula ketika pemerintah Spanyol menolak memberikan izin kepada militer AS untuk menggunakan pangkalan mereka dalam operasi militer yang berkaitan dengan situasi di Iran.

Baca Juga  Iran Tegas, Diplomasi Sudah Mati! Teheran Siap Perang Panjang Lawan AS

Pada 3 Maret lalu, Trump menegaskan bahwa keputusan tersebut dapat berdampak pada hubungan ekonomi antara kedua negara. Ia bahkan mengisyaratkan kemungkinan penghentian aktivitas perdagangan jika Madrid tetap pada pendiriannya.

Menurut Trump, negara-negara yang mendapatkan perlindungan keamanan dari NATO seharusnya menunjukkan dukungan yang lebih kuat terhadap kebijakan strategis Amerika Serikat.

Kritik terhadap Komitmen Pertahanan Spanyol

Selain isu pangkalan militer, Trump juga menyoroti kebijakan pertahanan Spanyol yang tetap mempertahankan target belanja militer sebesar 2 persen dari produk domestik bruto (PDB).

Ia menilai sebagian negara anggota NATO belum memberikan kontribusi maksimal dalam menjaga stabilitas keamanan bersama.

Trump menyebut bahwa selama bertahun-tahun Amerika Serikat telah menanggung beban besar dalam aliansi tersebut.

Pernyataan Gedung Putih dan Bantahan Madrid

Sementara itu, Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, sempat menyampaikan bahwa pemerintah Spanyol mulai menunjukkan sikap lebih terbuka terhadap kerja sama dengan Washington.

Ia mengatakan ada perkembangan komunikasi antara kedua pihak dalam beberapa waktu terakhir.

Namun pernyataan tersebut dibantah oleh Menteri Luar Negeri Spanyol, José Manuel Albares. Ia menegaskan bahwa kebijakan Madrid tidak mengalami perubahan.

Baca Juga  Donald Trump Caplok Greenland Demi Keamanan Nasional AS

Menurut Albares, posisi pemerintah Spanyol tetap konsisten dalam menjaga kebijakan luar negeri dan keputusan strategis yang telah ditetapkan.

Ancaman penghentian perdagangan antara Amerika Serikat dan Spanyol berpotensi memicu dampak ekonomi yang cukup besar bagi kedua negara. Amerika Serikat selama ini menjadi salah satu mitra dagang penting bagi Spanyol dalam berbagai sektor industri dan investasi.

Pengamat hubungan internasional menilai bahwa ketegangan ini juga dapat memengaruhi dinamika kerja sama di dalam NATO, terutama terkait pembagian tanggung jawab keamanan antarnegara anggota.

Situasi tersebut diperkirakan masih akan berkembang seiring dengan komunikasi diplomatik yang terus berlangsung antara Washington dan Madrid.

Baca berita politik dan internasional terbaru lainnya di https://JurnalLugas.Com.

(HD)

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait