JurnalLugas.Com – Banyak pengguna Android mengeluhkan memori ponsel cepat penuh akibat aplikasi bawaan atau bloatware yang jarang bahkan tidak pernah digunakan.
Aplikasi tersebut sering kali tetap memakan ruang penyimpanan, berjalan di latar belakang, hingga mengurangi performa perangkat.
Tidak sedikit pengguna yang mengira seluruh aplikasi bawaan bisa dihapus begitu saja.
Faktanya, sebagian aplikasi merupakan bagian penting dari sistem operasi Android sehingga penghapusannya harus dilakukan dengan cara yang tepat agar tidak memicu gangguan pada perangkat.
Bagi pengguna yang ingin membuat penyimpanan lebih lega tanpa harus membeli ponsel baru, ada beberapa langkah aman yang bisa dilakukan untuk mengurangi aplikasi bawaan tanpa merusak sistem.
Menurut pakar keamanan siber di perusahaan keamanan digital Kaspersky, pengguna sebaiknya berhati-hati ketika menghapus aplikasi sistem.
“Pastikan hanya menonaktifkan atau menghapus aplikasi yang benar-benar tidak digunakan agar stabilitas perangkat tetap terjaga,” demikian imbauan yang disampaikan dalam panduan keamanan perusahaan tersebut.
Sebagian besar produsen Android seperti Samsung, Xiaomi, OPPO, vivo, realme hingga Motorola memang menyertakan aplikasi tambahan sebagai pelengkap layanan mereka. Namun tidak semuanya wajib digunakan oleh pemilik perangkat.
Langkah paling aman adalah mengecek apakah aplikasi tersebut dapat dinonaktifkan terlebih dahulu.
Masuk ke Pengaturan kemudian pilih menu Aplikasi atau Kelola Aplikasi. Setelah itu pilih aplikasi bawaan yang ingin dikurangi. Jika tersedia tombol Nonaktifkan (Disable), tekan tombol tersebut.
Ketika dinonaktifkan, aplikasi tidak lagi berjalan di latar belakang, tidak menerima pembaruan otomatis, serta tidak muncul di layar utama.
Cara ini cukup efektif menghemat ruang penyimpanan dan penggunaan RAM.
Selain menonaktifkan aplikasi, pengguna juga bisa menghapus pembaruan (uninstall updates) pada aplikasi bawaan tertentu.
Biasanya aplikasi sistem telah menerima pembaruan berkali-kali melalui Google Play Store. Menghapus pembaruan akan mengembalikan ukuran aplikasi ke versi awal sehingga ruang penyimpanan menjadi lebih longgar.
Caranya hampir sama. Buka menu aplikasi, pilih aplikasi yang dimaksud, lalu tekan ikon tiga titik di bagian atas jika tersedia, kemudian pilih Copot Pembaruan.
Jika ingin membersihkan aplikasi bawaan yang benar-benar tidak dibutuhkan, sebagian pengguna memanfaatkan fitur Android Debug Bridge (ADB) melalui komputer.
Metode ini memungkinkan aplikasi dihapus untuk pengguna (current user) tanpa melakukan root pada perangkat.
Cara tersebut relatif lebih aman dibandingkan melakukan modifikasi sistem secara langsung.
Namun pengguna tetap harus memahami nama paket aplikasi yang akan dihapus. Kesalahan menghapus komponen penting dapat menyebabkan beberapa fitur tidak berjalan normal.
Bagi pengguna awam, metode ADB sebaiknya digunakan setelah memahami panduan resmi dan membuat cadangan data terlebih dahulu.
Selain itu, jangan mudah tergoda memasang aplikasi pihak ketiga yang menjanjikan bisa menghapus seluruh aplikasi bawaan hanya dengan satu sentuhan.
Sebagian aplikasi semacam itu justru meminta akses yang berlebihan dan berpotensi mengganggu keamanan data pribadi pengguna.
Cara lain yang sering terlupakan adalah membersihkan aplikasi bawaan yang tidak lagi digunakan melalui fitur penyimpanan.
Masuk ke Pengaturan > Penyimpanan, kemudian hapus cache aplikasi yang ukurannya sudah membengkak. Langkah ini memang tidak menghapus aplikasi, tetapi dapat mengembalikan ruang penyimpanan hingga ratusan megabita tergantung penggunaan.
Apabila ponsel mendukung fitur Arsipkan Aplikasi (Archive Apps), pengguna juga bisa memanfaatkannya. Fitur ini akan mengurangi ukuran aplikasi tanpa menghapus data penting sehingga aplikasi dapat dipasang kembali dengan cepat saat dibutuhkan.
Untuk menjaga performa Android tetap optimal, pengguna juga disarankan rutin memperbarui sistem operasi, menghapus aplikasi yang benar-benar tidak digunakan, serta menyisakan ruang penyimpanan kosong minimal 15 hingga 20 persen dari kapasitas internal.
Dengan cara tersebut, kinerja ponsel akan tetap responsif, baterai lebih efisien, dan risiko penyimpanan penuh dapat diminimalkan tanpa harus menghapus aplikasi penting.
Baca artikel teknologi lainnya hanya di JurnalLugas.Com: https://jurnallugas.com
(Tirta)






