JurnalLugas.Com – Ajang energi terbesar kawasan, Enlit Asia–Electricity Connect 2026, diproyeksikan menjadi katalis utama percepatan transisi energi Indonesia dan ASEAN. Forum ini akan mempertemukan pembuat kebijakan, pelaku industri, penyedia teknologi, hingga investor global dalam satu wadah kolaborasi strategis.
Dalam peluncuran acara di kantor pusat PT PLN (Persero), Jakarta, Jumat (17/4/2026), Sekretaris Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Wanhar Abdurrahim, menegaskan bahwa pemerintah sedang mempercepat langkah menuju energi bersih melalui peluang investasi hijau yang besar.
“Pemerintah Indonesia tengah mengakselerasi transisi energi dengan membuka peluang investasi hijau yang sangat besar,” ujar Wanhar.
Target Ambisius PLTS 100 GW
Pemerintah menempatkan pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebagai tulang punggung dekarbonisasi nasional dengan target mencapai 100 gigawatt (GW). Target tersebut sekaligus menjadi bagian penting dalam mencapai Net Zero Emission Indonesia.
Wanhar menegaskan, langkah ini tidak hanya untuk menekan emisi karbon, tetapi juga menjawab lonjakan kebutuhan listrik sektor digital, khususnya data center, yang diperkirakan tumbuh hingga 20 persen per tahun di kawasan ASEAN.
“Fokus utama kami adalah mencapai target pengembangan PLTS sebesar 100 GW sebagai pilar utama bauran energi nasional,” katanya.
Investasi Energi Tembus 500 Miliar Dolar AS
Untuk mencapai target tersebut, Indonesia membutuhkan investasi sektor ketenagalistrikan lebih dari 500 miliar dolar AS. Pemerintah pun berupaya menciptakan iklim investasi yang stabil dan kompetitif.
Wanhar menegaskan, kebijakan yang konsisten akan menjadi kunci dalam menyediakan energi bersih untuk industri masa depan, termasuk industri digital dan data center yang berkembang pesat di Indonesia.
“Kami berkomitmen menciptakan iklim investasi kondusif guna memastikan energi bersih yang kompetitif bagi industri masa depan,” ujar Wanhar singkat.
Kolaborasi Regional Jadi Kunci
Enlit Asia dikenal sebagai ajang tahunan terbesar sektor ketenagalistrikan di ASEAN yang menghadirkan lebih dari 11.000 peserta dan 280 exhibitor dari berbagai negara.
Forum ini mempertemukan pemerintah, utilitas, pelaku industri, hingga inovator teknologi untuk membahas arah masa depan energi kawasan.
Sementara itu, Electricity Connect yang digagas Masyarakat Ketenagalistrikan Indonesia sebelumnya dikenal sebagai Hari Listrik Nasional. Acara ini fokus pada penguatan infrastruktur kelistrikan nasional yang berkelanjutan.
Pada penyelenggaraan 2024 dan 2025, Electricity Connect berhasil menghadirkan lebih dari 15.000 peserta dan 179 exhibitor, menunjukkan meningkatnya minat terhadap sektor energi Indonesia.
Digelar September 2026
Enlit Asia–Electricity Connect 2026 akan digelar pada 22–24 September 2026 dengan dukungan penuh dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral dan PT PLN (Persero).
Ajang ini diharapkan menjadi momentum penting bagi Indonesia dalam mempercepat transformasi energi, memperkuat ketahanan listrik nasional, serta menarik investasi hijau untuk masa depan ekonomi berkelanjutan.
Sebagai hub energi regional, kolaborasi dalam forum ini diyakini mampu mendorong Indonesia menjadi pusat transisi energi bersih di Asia Tenggara.
Baca berita energi terbaru lainnya di https://JurnalLugas.com
(ED)






