JurnalLugas.Com — Industri otomotif global kembali diguncang oleh strategi agresif produsen asal Tiongkok, Changan Automobile, yang mematok target produksi dan penjualan hingga 4 juta unit kendaraan per tahun pada 2030. Langkah ini menegaskan ambisi perusahaan untuk memperkuat posisi di tengah persaingan ketat era elektrifikasi kendaraan.
Dalam peta strategi jangka panjangnya, Changan menempatkan kendaraan energi baru (New Energy Vehicle/NEV) sebagai tulang punggung pertumbuhan. Lebih dari 60 persen target penjualan sekitar 2,4 juta unit akan disumbang oleh segmen kendaraan listrik dan hybrid.
Fokus Tiga Pilar Merek EV
Manajemen Changan menggariskan penguatan tiga merek utama di lini kendaraan listrik, yakni Avatr, Deepal, dan Nevo. Ketiganya akan menjadi ujung tombak ekspansi pasar global dengan segmentasi yang lebih terstruktur.
Ketua Changan Automobile, Zhu Huarong, dalam forum strategi global perusahaan menyampaikan bahwa perusahaan akan melakukan integrasi pada lini Avatr dan Deepal untuk memperkuat posisi di segmen menengah hingga premium.
“Fokus kami adalah membangun ekosistem produk yang lebih efisien dan kompetitif melalui penyederhanaan lini serta penguatan merek inti,” ujar Zhu dalam pernyataan yang diringkas dari paparannya.
Rasionalisasi Produk Besar-besaran
Sejalan dengan strategi efisiensi, Changan juga memangkas jumlah model kendaraan secara signifikan. Dalam lima tahun ke depan, perusahaan berencana mengurangi portofolio dari 63 model menjadi hanya 36 model atau turun sekitar 43 persen.
Strategi ini diikuti dengan pendekatan “blockbuster model”, yaitu pengembangan model unggulan dengan volume penjualan sangat tinggi. Satu model ditargetkan mampu menembus 500.000 unit per tahun, sementara lima model lainnya dibidik melampaui 300.000 unit per tahun.
Ekspansi Global Jadi Mesin Pertumbuhan Baru
Tidak hanya mengandalkan pasar domestik, Changan juga mempercepat ekspansi internasional. Pada 2030, penjualan luar negeri ditargetkan mencapai 1,5 juta hingga 1,8 juta unit, yang setara dengan 35–40 persen dari total penjualan global.
Wilayah ekspansi difokuskan pada Asia Tenggara, Timur Tengah, Afrika, Amerika Tengah dan Selatan, hingga kawasan Eurasia. Kapasitas produksi luar negeri pun diproyeksikan menembus lebih dari 800.000 unit.
Kinerja 2025 Jadi Fondasi Kuat
Target ambisius ini bertumpu pada kinerja positif Changan di 2025. Perusahaan mencatat penjualan 2,913 juta unit kendaraan, tumbuh 8,54 persen secara tahunan, sekaligus menjadi capaian tertinggi dalam sembilan tahun terakhir.
Sektor kendaraan listrik menunjukkan lonjakan signifikan dengan 1,11 juta unit terjual atau naik lebih dari 51 persen. Sementara ekspor mencapai 637.300 unit dengan pertumbuhan hampir 19 persen.
Strategi “1445” dan Visi Global
Untuk menopang ekspansi jangka panjang, Changan mengusung strategi “1445” yang mencakup satu visi besar, empat lini bisnis utama, empat transformasi strategis, serta target pertumbuhan lima kali lipat.
Perusahaan juga menargetkan pendapatan mencapai 600 miliar yuan atau sekitar Rp1,5 kuadriliun pada 2030, sekaligus menempatkan diri sebagai salah satu pemain utama industri otomotif global.
Ekspansi ke Indonesia Jadi Langkah Strategis
Di kawasan Asia Tenggara, Indonesia menjadi salah satu pasar penting Changan melalui kerja sama dengan Indomobil Group. Perusahaan telah menghadirkan model listrik seperti Deepal S07 sebagai SUV premium dan Lumin di segmen city car listrik.
Langkah ini memperlihatkan bahwa strategi global Changan tidak hanya berfokus pada volume, tetapi juga penetrasi pasar berkembang yang memiliki potensi pertumbuhan kendaraan listrik sangat besar.
Dengan arah strategi yang agresif, Changan kini tidak sekadar mengejar volume penjualan, tetapi juga membangun struktur industri otomotif masa depan yang bertumpu pada elektrifikasi, efisiensi model, dan ekspansi global yang terukur.
Baca juga analisis industri lainnya di: https://www.jurnalluguas.com
(TT)






