Cara Mengenali Link Phishing Sering Menjebak Pengguna, Jangan Asal Klik

JurnalLugas.Com – Ancaman kejahatan siber terus berkembang seiring meningkatnya aktivitas masyarakat di dunia digital. Salah satu modus yang masih sering memakan korban adalah phishing, yakni upaya penipuan yang dilakukan dengan mengelabui pengguna agar mengklik tautan palsu dan menyerahkan informasi penting seperti kata sandi, data perbankan, hingga kode OTP.

Meski metode ini sudah lama dikenal, faktanya masih banyak pengguna internet yang terjebak karena pelaku semakin lihai membuat tautan yang tampak meyakinkan.

Bacaan Lainnya

Bahkan, link berbahaya kini kerap disebarkan melalui pesan WhatsApp, email, media sosial, hingga SMS yang terlihat resmi.

Modus Phishing Terus Berkembang

Phishing umumnya memanfaatkan rasa penasaran, kepanikan, atau kebutuhan mendesak korban. Pelaku biasanya mengirimkan pesan yang mengatasnamakan bank, marketplace, perusahaan ekspedisi, atau instansi pemerintah.

Pesan tersebut sering kali berisi informasi seperti akun akan diblokir, hadiah menunggu klaim, paket tertahan, atau permintaan pembaruan data. Korban kemudian diarahkan untuk mengklik tautan tertentu yang ternyata mengarah ke situs palsu.

Pakar keamanan siber dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) dalam berbagai edukasi keamanan digital mengingatkan bahwa pengguna harus selalu memverifikasi alamat situs sebelum memasukkan data pribadi.

“Jangan mudah percaya pada tautan yang dikirim melalui pesan tidak terduga. Pastikan alamat situs benar dan berasal dari sumber resmi,” demikian imbauan yang kerap disampaikan dalam kampanye literasi keamanan digital, Rabu 17 Juni 2026.

Baca Juga  Mengatasnamakan Taspen, Modus Penipuan Digital Kembali Hantui Penerima Pensiun

Agar tidak menjadi korban, ada beberapa tanda yang bisa dikenali sejak awal.

1. Alamat Website Tidak Sesuai

Pelaku sering membuat alamat yang menyerupai situs resmi. Perbedaannya terkadang hanya satu huruf atau tambahan karakter tertentu.

Misalnya, situs resmi menggunakan nama domain tertentu, tetapi pelaku menggantinya dengan kombinasi huruf yang sekilas terlihat sama.

2. Menggunakan Domain Aneh

Tautan phishing sering memakai domain gratis atau alamat yang tidak berkaitan dengan institusi yang diatasnamakan.

Jika sebuah bank atau perusahaan besar mengirim tautan dengan alamat yang tidak lazim, pengguna perlu meningkatkan kewaspadaan.

3. Pesan Bernada Mendesak

Kalimat seperti “akun akan ditutup dalam 24 jam”, “verifikasi sekarang”, atau “hadiah hangus hari ini” sering digunakan untuk membuat korban panik sehingga tidak sempat memeriksa keaslian tautan.

4. Meminta Data Sensitif

Situs resmi umumnya tidak meminta PIN, password, kode OTP, atau data rahasia melalui tautan yang dikirim lewat pesan singkat.

Jika sebuah halaman meminta informasi tersebut secara langsung, pengguna sebaiknya segera menutupnya.

5. Banyak Kesalahan Penulisan

Tata bahasa yang berantakan, penggunaan kata yang tidak profesional, hingga desain situs yang terlihat kurang rapi sering menjadi indikator bahwa halaman tersebut bukan milik institusi resmi.

Baca Juga  Akun Facebook Bisa Dibobol Tanpa Disadari, Waspadai Penipuan Phishing Ini

Langkah Aman Sebelum Mengklik Tautan

Untuk mengurangi risiko menjadi korban phishing, pengguna disarankan melakukan beberapa langkah sederhana.

  • Periksa alamat URL secara teliti.
  • Jangan mengklik tautan dari pengirim yang tidak dikenal.
  • Ketik alamat situs secara manual melalui browser.
  • Aktifkan autentikasi dua faktor (2FA).
  • Gunakan aplikasi keamanan yang mampu mendeteksi situs berbahaya.
  • Selalu perbarui sistem operasi dan aplikasi ke versi terbaru.

Selain itu, pengguna juga dapat memanfaatkan fitur pratinjau tautan atau mengecek reputasi website melalui layanan keamanan digital sebelum membuka halaman tersebut.

Kesadaran Digital Jadi Benteng Utama

Di tengah meningkatnya aktivitas online, kesadaran pengguna menjadi lapisan perlindungan pertama terhadap berbagai bentuk penipuan siber. Teknologi keamanan memang terus berkembang, namun kehati-hatian tetap menjadi faktor paling penting.

Mengenali ciri-ciri link phishing sejak dini dapat membantu pengguna terhindar dari pencurian data, kerugian finansial, hingga penyalahgunaan akun digital.

Karena itu, jangan terburu-buru mengklik tautan apa pun yang diterima sebelum memastikan sumber dan keasliannya.

Baca berita dan informasi teknologi lainnya di JurnalLugas.Com

(Tirta)

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait