5 Tanda Akun WhatsApp Sedang Diincar Peretas, Nomor 3 Sering Tidak Disadari

JurnalLugas.Com – WhatsApp telah menjadi salah satu aplikasi komunikasi yang paling banyak digunakan di Indonesia. Mulai dari percakapan pribadi, urusan pekerjaan, hingga transaksi bisnis kini banyak dilakukan melalui platform tersebut.

Namun, tingginya penggunaan WhatsApp juga membuat aplikasi ini menjadi sasaran empuk bagi para pelaku kejahatan siber.

Bacaan Lainnya

Peretasan akun WhatsApp bukan lagi kasus yang jarang terjadi. Dalam banyak kejadian, korban baru menyadari akunnya telah diambil alih setelah tidak bisa masuk ke aplikasi atau ketika rekan-rekannya menerima pesan mencurigakan yang mengatasnamakan dirinya.

Pakar keamanan siber mengingatkan bahwa sebagian besar kasus pembajakan akun sebenarnya diawali oleh tanda-tanda yang sering diabaikan pengguna.

Muncul Kode Verifikasi yang Tidak Pernah Diminta

Salah satu indikasi paling umum adalah masuknya kode OTP atau kode verifikasi ke nomor pengguna tanpa pernah melakukan proses login.

Pengamat keamanan digital menjelaskan bahwa kondisi tersebut dapat menjadi pertanda ada pihak lain yang sedang mencoba mengakses akun menggunakan nomor telepon korban.

“Jika menerima kode verifikasi tanpa melakukan permintaan login, jangan pernah membagikannya kepada siapa pun,” ujar seorang praktisi keamanan siber, Rabu 17 Juni 2026.

Baca Juga  Cara Hacker Mencoba Membajak Akun WhatsApp dan Cara Mengatasinya

WhatsApp Tiba-Tiba Keluar Sendiri

Gejala lain yang patut diwaspadai adalah akun WhatsApp yang mendadak logout atau keluar sendiri dari perangkat utama.

Peristiwa ini dapat terjadi ketika peretas berhasil mendaftarkan nomor korban ke perangkat lain menggunakan kode verifikasi yang berhasil mereka peroleh melalui berbagai modus penipuan.

Apabila pengguna tiba-tiba kehilangan akses ke akun, langkah cepat sangat diperlukan untuk mencegah penyalahgunaan lebih lanjut.

Pesan Terkirim Tanpa Sepengetahuan Pemilik Akun

Pengguna juga perlu memperhatikan aktivitas pesan yang tidak pernah mereka kirim. Jika ada chat, tautan, atau permintaan uang yang terkirim kepada kontak tanpa sepengetahuan pemilik akun, kemungkinan besar akun telah disusupi.

Dalam banyak kasus, peretas memanfaatkan akun yang berhasil diretas untuk menjalankan penipuan dengan menghubungi teman, keluarga, atau rekan kerja korban.

Perangkat Asing Terhubung ke WhatsApp Web

Fitur WhatsApp Web memudahkan pengguna mengakses akun melalui komputer. Namun fitur ini juga dapat menjadi celah apabila ada perangkat asing yang berhasil terhubung.

Pengguna disarankan secara berkala memeriksa daftar perangkat yang sedang login melalui menu “Perangkat Tertaut”. Jika ditemukan perangkat yang tidak dikenali, segera lakukan logout dari semua sesi yang mencurigakan.

Baca Juga  Tips Anti Penyadapan WhatsApp Cara Melindungi Privasi Anda Lakukan Sekarang

Aktivitas Akun Menjadi Tidak Normal

Tanda lain yang sering muncul adalah perubahan profil tanpa izin, seperti foto profil yang berganti sendiri, status yang berubah, atau informasi akun yang dimodifikasi tanpa diketahui pemiliknya.

Aktivitas tidak wajar tersebut menunjukkan adanya akses dari pihak lain yang berpotensi membahayakan privasi pengguna.

Cara Mencegah Akun WhatsApp Diretas

Untuk mengurangi risiko pembajakan akun, pengguna dapat melakukan beberapa langkah sederhana, antara lain:

  • Mengaktifkan verifikasi dua langkah (Two-Step Verification).
  • Tidak membagikan kode OTP kepada siapa pun.
  • Menghindari mengklik tautan mencurigakan.
  • Rutin memeriksa perangkat yang terhubung ke WhatsApp Web.
  • Memastikan aplikasi WhatsApp selalu diperbarui ke versi terbaru.

Keamanan akun digital kini menjadi tanggung jawab setiap pengguna. Semakin cepat tanda-tanda peretasan dikenali, semakin besar peluang untuk mencegah kerugian yang lebih besar, baik berupa kehilangan data pribadi maupun penyalahgunaan identitas.

Baca berita dan informasi menarik lainnya di JurnalLugas.Com

(Tirta)

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait