Balita Terjatuh dari Lantai Tiga RS Hermina, Ini Kronologi Lengkap

JurnalLugas.Com – Peristiwa tragis menimpa seorang balita di Kota Madiun, Jawa Timur. Seorang anak berusia dini dilaporkan meninggal dunia setelah diduga terjatuh dari lantai tiga Rumah Sakit Hermina Madiun. Kasus ini kini tengah dalam penanganan intensif aparat kepolisian.

Pihak Polres Madiun Kota memastikan proses penyelidikan masih berjalan untuk mengungkap secara utuh penyebab kejadian yang mengejutkan publik tersebut.

Bacaan Lainnya

Kapolres Madiun Kota, Wiwin Junianto Supriyadi, menyatakan bahwa tim penyidik dari Satuan Reserse Kriminal masih mengumpulkan berbagai data dan keterangan saksi.

“Peristiwa ini masih dalam tahap pendalaman. Kami fokus mengumpulkan bukti dan kronologi yang akurat,” ujarnya, Jumat (1/5/2026).

Kronologi Awal Kejadian

Insiden ini diketahui terjadi pada Rabu (29/4/2026), melibatkan balita berinisial I, warga Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun. Berdasarkan informasi awal yang dihimpun, korban sebelumnya berada di fasilitas layanan tumbuh kembang anak di dalam rumah sakit.

Saat itu, korban tengah menjalani sesi terapi dengan pendamping. Balita tersebut diketahui memiliki kebutuhan khusus dengan kondisi hiperaktif, sehingga memerlukan pengawasan ekstra.

Namun, setelah sesi terapi selesai, situasi berubah. Pendamping korban disebut masih melanjutkan konsultasi dengan terapis. Di saat bersamaan, korban diduga lepas dari pengawasan dan tidak berada di lokasi semula.

Beberapa saat kemudian, korban ditemukan dalam kondisi tergeletak di area parkir mobil rumah sakit, dengan luka serius di beberapa bagian tubuh akibat benturan keras dari ketinggian.

Sempat Dirawat Intensif

Petugas medis segera memberikan penanganan darurat dan membawa korban ke ruang ICU. Upaya penyelamatan sempat dilakukan secara maksimal oleh tim medis.

Namun, kondisi korban tidak tertolong. Setelah menjalani perawatan intensif selama beberapa jam, balita tersebut dinyatakan meninggal dunia pada Kamis (30/4/2026).

Polisi Dalami Dugaan Kelalaian

Hingga kini, pihak kepolisian masih mendalami kemungkinan adanya unsur kelalaian dalam kejadian tersebut, termasuk aspek pengawasan terhadap pasien anak dengan kebutuhan khusus di lingkungan fasilitas kesehatan.

Sejumlah saksi telah dimintai keterangan, termasuk tenaga medis dan pendamping yang saat itu berada di lokasi kejadian. Polisi juga tengah menelusuri rekaman CCTV untuk memastikan jalur pergerakan korban sebelum insiden terjadi.

Kasus ini menjadi perhatian serius karena menyangkut standar keamanan dan pengawasan di area rumah sakit, terutama bagi pasien anak yang rentan.

Penyelidikan masih berlangsung, dan aparat berjanji akan mengungkap fakta secara transparan demi memberikan kejelasan bagi keluarga korban.

Baca berita lainnya di JurnalLugas.Com

(BW)

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait