JurnalLugas.Com – Aktivitas tektonik kembali mengguncang wilayah Sulawesi Tengah. Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 terjadi di kawasan Tenggara Palu pada Selasa pagi dan dirasakan di sejumlah daerah sekitar ibu kota provinsi tersebut.
Berdasarkan informasi yang disampaikan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi pada pukul 10.27 WIB dengan pusat berada di sekitar 42 kilometer tenggara Kota Palu. Sementara itu, kedalaman gempa tercatat sekitar 10 kilometer di bawah permukaan bumi.
Meski memiliki kekuatan cukup besar, BMKG memastikan peristiwa tersebut tidak memicu potensi tsunami. Informasi ini memberikan kepastian awal bagi masyarakat pesisir yang sempat meningkatkan kewaspadaan setelah merasakan guncangan.
Wilayah Sulawesi Tengah dikenal sebagai salah satu kawasan dengan aktivitas seismik tinggi di Indonesia. Letaknya yang berada di jalur pertemuan sejumlah sesar aktif menjadikan daerah ini rentan mengalami gempa bumi dengan berbagai skala kekuatan.
Getaran yang terjadi pada Selasa pagi kembali mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat terhadap ancaman bencana geologi. Selain memahami prosedur evakuasi, warga juga diimbau memastikan kondisi bangunan dan lingkungan sekitar tetap aman setelah guncangan utama terjadi.
BMKG menegaskan bahwa meskipun tidak berpotensi tsunami, masyarakat tetap perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan munculnya gempa susulan.
“Waspadai kemungkinan terjadinya gempa susulan setelah guncangan utama,” demikian imbauan singkat yang disampaikan BMKG.
Pakar kebencanaan menilai informasi resmi menjadi faktor penting dalam menghindari kepanikan dan penyebaran kabar yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Masyarakat disarankan hanya mengikuti perkembangan yang disampaikan lembaga berwenang terkait kondisi terkini pascagempa.
Selain itu, warga yang berada di bangunan bertingkat atau lokasi yang mengalami kerusakan dianjurkan melakukan pemeriksaan secara menyeluruh sebelum kembali beraktivitas normal.
Kesiapsiagaan terhadap gempa bumi menjadi bagian penting dari upaya mitigasi bencana, terutama bagi daerah yang berada di kawasan rawan aktivitas tektonik seperti Sulawesi Tengah.
Hingga laporan ini disusun, belum terdapat informasi resmi mengenai dampak kerusakan maupun korban akibat gempa tersebut. Pemantauan terus dilakukan oleh pihak terkait untuk memastikan kondisi di lapangan tetap terkendali.
Ikuti informasi nasional, bencana, ekonomi, dan kebijakan publik lainnya di JurnalLugas.Com.
(Bowo)






