JurnalLugas.Com – Langkah strategis pemerintah dalam memperkuat pengelolaan aset negara memasuki babak baru. Melalui Badan Pengelola BUMN (BP BUMN) bersama Danantara, restrukturisasi besar-besaran terhadap PT Danareksa (Persero) resmi dimulai. Targetnya tidak main-main: menjadikan Danareksa sebagai salah satu perusahaan pengelola aset terbesar di Indonesia dengan proyeksi dana kelolaan mencapai Rp185 triliun.
Transformasi ini bukan sekadar perubahan struktur, melainkan redefinisi total arah bisnis. Danareksa akan meninggalkan perannya sebagai holding multi-sektor dan kembali ke akar utamanya sebagai perusahaan asset management yang fokus, ramping, dan kompetitif.
Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari strategi besar konsolidasi aset negara.
“Danareksa tidak lagi menjadi holding. Akan dibentuk menjadi satu entitas kuat di bidang asset management, dengan skala yang ditargetkan menjadi nomor dua terbesar di Indonesia,” ujarnya dalam keterangan resmi.
Spin-Off dan Konsolidasi Jadi Kunci
Restrukturisasi ini ditandai dengan pemisahan sejumlah unit usaha yang dinilai tidak relevan dengan bisnis inti. Sektor-sektor seperti kawasan industri, konstruksi, clearing house, hingga jasa keuangan akan dilepas dari Danareksa.
Unit-unit tersebut nantinya akan dialihkan ke holding sektoral masing-masing agar pengelolaannya lebih terfokus dan sesuai kompetensi industri.
Langkah ini mencerminkan pendekatan baru pemerintah dalam mengelola BUMN: spesialisasi dan efisiensi, bukan lagi diversifikasi yang terlalu luas.
“Ke depan, hasil merger dari empat entitas manajemen aset BUMN akan dilebur menjadi satu di bawah Danareksa,” kata Dony.
Target Rampung dan Pengumuman Resmi
Proses pelepasan anak usaha dijadwalkan selesai dalam waktu dekat, dengan target rampung pada pertengahan Mei 2026. Pemerintah juga menyiapkan pengumuman resmi hasil konsolidasi pada 10 Mei mendatang.
Momentum ini dipandang sebagai titik balik dalam reformasi BUMN sektor keuangan, khususnya dalam pengelolaan investasi dan aset negara.
Integrasi MI Himbara Dorong Lonjakan Aset
Salah satu pendorong utama lonjakan dana kelolaan adalah integrasi Manajer Investasi dari Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) ke dalam Danareksa.
Dengan penggabungan ini, total aset yang dikelola diproyeksikan menembus Rp185 triliun—angka yang menempatkan Danareksa sebagai pemain kunci di industri asset management nasional.
Langkah ini sekaligus membuka peluang optimalisasi portofolio investasi negara secara lebih terukur, transparan, dan profesional.
Era Baru Pengelolaan Aset Negara
Perubahan model bisnis ini diharapkan membawa dampak signifikan: peningkatan efisiensi operasional, penguatan struktur keuangan, serta peningkatan nilai aset negara dalam jangka panjang.
Danareksa kini diposisikan bukan sekadar entitas bisnis, tetapi sebagai instrumen strategis negara dalam mengelola kekayaan nasional secara modern dan kompetitif.
Transformasi ini juga menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah serius membangun ekosistem investasi BUMN yang terintegrasi dan berdaya saing global.
Baca selengkapnya di: https://JurnalLugas.Com
(ED)






