JurnalLugas.Com — Tagihan listrik yang tiba-tiba melonjak sering membuat banyak rumah tangga terkejut. Padahal, aktivitas penggunaan listrik di rumah terasa sama seperti biasanya.
Kondisi ini kerap memunculkan pertanyaan, mengapa biaya listrik bisa naik drastis tanpa perubahan pemakaian yang terlihat?
Ternyata, ada sejumlah penyebab yang sering tidak disadari pengguna. Mulai dari kebiasaan kecil di rumah hingga kondisi perangkat elektronik dapat membuat konsumsi listrik meningkat secara perlahan.
Pengamat energi rumah tangga, Dimas Kurniawan, mengatakan banyak masyarakat baru menyadari pemborosan listrik ketika tagihan bulanan sudah membengkak.
“Sebagian besar lonjakan tagihan listrik justru berasal dari kebiasaan sehari-hari yang dianggap sepele,” ujarnya, Minggu 24 Mei 2026.
Berikut tujuh penyebab tagihan listrik naik mendadak yang sering luput dari perhatian.
1. AC Menyala Terlalu Lama
Pendingin ruangan atau AC menjadi salah satu perangkat dengan konsumsi listrik terbesar di rumah. Penggunaan AC hampir sepanjang hari, terutama saat cuaca panas, dapat membuat pemakaian listrik meningkat signifikan.
Selain itu, suhu AC yang terlalu rendah juga membuat mesin bekerja lebih berat dan boros daya.
2. Charger Tetap Menancap di Stop Kontak
Banyak orang tidak sadar bahwa charger yang tetap terhubung ke listrik masih mengonsumsi daya meski tidak digunakan untuk mengisi ponsel.
Konsumsi listriknya memang kecil, tetapi jika terjadi terus-menerus setiap hari dan dilakukan pada banyak perangkat, jumlahnya bisa cukup terasa dalam jangka panjang.
3. Kulkas Bermasalah atau Jarang Dibersihkan
Kulkas bekerja selama 24 jam nonstop. Ketika bagian karet pintu mulai longgar atau mesin pendingin kotor, perangkat akan bekerja lebih keras untuk menjaga suhu tetap dingin.
Akibatnya, konsumsi listrik ikut meningkat tanpa disadari penghuni rumah.
Praktisi elektronik rumah tangga, Rendy Saputra, menyebut kondisi perangkat yang kurang terawat sering menjadi penyebab utama pemborosan energi.
“Peralatan elektronik yang mulai bermasalah biasanya membutuhkan daya lebih besar untuk bekerja normal,” katanya.
4. Banyak Perangkat dalam Mode Standby
Televisi, dispenser, microwave, hingga komputer yang dibiarkan dalam mode standby tetap memakai aliran listrik.
Meskipun terlihat mati, perangkat sebenarnya masih mengonsumsi energi dalam jumlah tertentu.
Jika jumlah perangkat cukup banyak, akumulasi daya standby dapat membuat tagihan listrik naik perlahan setiap bulan.
5. Pemakaian Pompa Air Lebih Sering
Pompa air otomatis yang sering menyala juga dapat meningkatkan konsumsi listrik rumah tangga. Kebocoran pipa atau toren air bermasalah biasanya membuat pompa bekerja lebih sering tanpa disadari.
Kondisi ini cukup umum terjadi di rumah yang memakai pompa otomatis sepanjang hari.
6. Penggunaan Alat Elektronik Baru
Tagihan listrik juga bisa naik setelah penghuni rumah membeli perangkat elektronik tambahan seperti freezer, mesin cuci, oven listrik, atau water heater.
Peralatan dengan daya besar biasanya memberi dampak cukup signifikan terhadap konsumsi listrik bulanan.
7. Kebocoran Instalasi Listrik
Masalah instalasi listrik yang sudah tua atau rusak dapat menyebabkan kebocoran daya listrik. Selain membuat tagihan naik, kondisi ini juga berisiko memicu korsleting dan kebakaran.
Karena itu, pemeriksaan instalasi secara berkala sangat disarankan, terutama pada rumah yang sudah berusia lama.
Cara Menghemat Pemakaian Listrik di Rumah
Agar tagihan listrik tetap terkendali, ada beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan:
- Gunakan AC seperlunya dan atur suhu ideal
- Cabut charger dan perangkat elektronik yang tidak dipakai
- Bersihkan kulkas dan AC secara rutin
- Matikan perangkat dari stop kontak, bukan hanya standby
- Gunakan lampu hemat energi
- Periksa instalasi listrik secara berkala
Dengan memahami penyebab pemborosan listrik, masyarakat dapat lebih bijak mengatur pemakaian energi sekaligus menghindari lonjakan tagihan bulanan.
Baca berita ekonomi rumah tangga dan tips teknologi terbaru lainnya di JurnalLugas.Com
(Wening)






