JurnalLugas.Com – Memasuki musim hujan, tidak sedikit orang mengeluhkan tubuh terasa pegal, sendi kaku, hingga otot mudah nyeri meski tidak melakukan aktivitas berat.
Kondisi ini kerap dianggap sekadar mitos, padahal ada penjelasan ilmiah yang menunjukkan perubahan cuaca memang dapat memengaruhi kenyamanan tubuh.
Keluhan pegal saat cuaca dingin umumnya dialami oleh berbagai kalangan, mulai dari pekerja kantoran, lansia, hingga mereka yang memiliki riwayat gangguan persendian.
Meski bukan penyakit berbahaya, rasa tidak nyaman tersebut dapat mengganggu aktivitas sehari-hari apabila tidak ditangani dengan baik.
Mengapa Tubuh Terasa Pegal Saat Musim Hujan?
Para ahli menjelaskan bahwa suhu udara yang lebih rendah membuat otot cenderung lebih tegang dibandingkan saat cuaca hangat.
Selain itu, perubahan tekanan udara saat hujan juga diduga memengaruhi jaringan di sekitar persendian sehingga rasa nyeri menjadi lebih mudah muncul.
Dokter spesialis penyakit dalam menjelaskan bahwa cuaca dingin bukan penyebab langsung munculnya penyakit, tetapi dapat memperburuk keluhan yang sudah ada sebelumnya.
“Perubahan suhu dan tekanan udara dapat meningkatkan sensitivitas pada otot maupun sendi, sehingga sebagian orang lebih mudah merasakan pegal atau nyeri ketika musim hujan,” ujar seorang dokter spesialis penyakit dalam, Kamis 02 Juli 2026.
Selain faktor cuaca, tubuh yang kurang bergerak saat hujan juga berkontribusi terhadap munculnya rasa kaku.
Banyak orang memilih berdiam diri di dalam ruangan sehingga sirkulasi darah menjadi kurang optimal.
Faktor yang Memicu Pegal Saat Hujan
Beberapa kondisi yang dapat membuat tubuh lebih mudah terasa pegal antara lain:
- Suhu udara dingin yang membuat otot menegang.
- Perubahan tekanan udara yang memengaruhi persendian.
- Aktivitas fisik yang berkurang selama musim hujan.
- Kurangnya paparan sinar matahari yang berpengaruh terhadap produksi vitamin D.
- Dehidrasi karena banyak orang lupa memenuhi kebutuhan cairan saat cuaca dingin.
Cara Mengurangi Pegal Saat Musim Hujan
Meski umum terjadi, keluhan pegal dapat diminimalkan dengan menerapkan kebiasaan sehat setiap hari.
Beberapa langkah yang dianjurkan meliputi:
- Melakukan peregangan selama 10–15 menit setiap pagi.
- Tetap rutin berolahraga ringan seperti jalan kaki atau yoga.
- Mengonsumsi air putih dalam jumlah cukup meski tidak merasa haus.
- Menjaga suhu tubuh tetap hangat menggunakan pakaian yang sesuai.
- Mengonsumsi makanan bergizi yang kaya protein, magnesium, kalsium, dan vitamin D.
- Tidur yang cukup agar proses pemulihan otot berjalan optimal.
Kapan Harus Memeriksakan Diri ke Dokter?
Pegal akibat perubahan cuaca umumnya akan membaik setelah tubuh kembali hangat atau beristirahat.
Namun, jika rasa nyeri berlangsung lebih dari beberapa hari, disertai pembengkakan sendi, demam, mati rasa, atau kesulitan bergerak, pemeriksaan medis sebaiknya segera dilakukan.
Keluhan tersebut bisa menjadi tanda adanya gangguan kesehatan lain seperti radang sendi, gangguan saraf, infeksi, maupun penyakit autoimun yang memerlukan penanganan lebih lanjut.
Menjaga Kebugaran di Tengah Musim Hujan
Musim hujan memang identik dengan udara sejuk yang membuat tubuh lebih nyaman untuk beristirahat.
Namun, menjaga aktivitas fisik tetap rutin, pola makan seimbang, serta kualitas tidur yang baik menjadi kunci agar tubuh tidak mudah mengalami pegal berkepanjangan.
Dengan memahami penyebabnya, masyarakat tidak perlu langsung khawatir ketika tubuh terasa pegal saat hujan.
Sebagian besar kondisi tersebut masih tergolong normal dan dapat diatasi melalui pola hidup sehat serta menjaga kebugaran tubuh setiap hari.
Baca artikel kesehatan dan informasi terpercaya lainnya hanya di JurnalLugas.Com: https://JurnalLugas.Com
(Wening)






