JurnalLugas.Com – Hubungan diplomatik antara Iran dan Jerman kembali memanas setelah muncul tuduhan mengenai dugaan pemasangan ranjau di Selat Hormuz.
Pemerintah Iran menolak keras pernyataan yang disampaikan Menteri Luar Negeri Jerman dan menyebut tuduhan tersebut tidak berdasar serta memperburuk situasi keamanan kawasan.
Polemik ini menambah daftar panjang ketegangan yang berkembang di Timur Tengah, terutama menyangkut jalur pelayaran strategis Selat Hormuz yang selama ini menjadi perhatian dunia karena menjadi salah satu lintasan utama distribusi energi global.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menegaskan pemerintahnya menolak seluruh tuduhan yang menyebut Teheran memasang ranjau di jalur pelayaran internasional tersebut.
Menurut Baghaei, pernyataan Menteri Luar Negeri Jerman Johann Wadephul tidak mencerminkan fakta yang terjadi di lapangan.
“Narasi seperti itu tidak sesuai dengan kenyataan dan justru memperkeruh situasi,” ujar Baghaei dalam pernyataan singkat yang dipublikasikan melalui media sosial resminya.
Iran juga menilai tuduhan tersebut sebagai bentuk penyimpangan informasi yang dapat memicu ketegangan baru di kawasan.
Dalam pernyataannya, Baghaei turut melontarkan kritik keras kepada pemerintah Jerman dengan menuding Berlin memiliki tanggung jawab atas meningkatnya konflik yang melibatkan Iran.
Meski demikian, hingga kini belum terdapat bukti yang dipublikasikan secara terbuka kepada masyarakat internasional mengenai tuduhan pemasangan ranjau sebagaimana disampaikan pemerintah Jerman.
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Jerman Johann Wadephul dalam sebuah wawancara dengan media di negaranya menyatakan Iran diduga melakukan pemasangan ranjau secara melawan hukum di Selat Hormuz. Pernyataan tersebut memicu respons cepat dari Teheran.
Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran paling vital di dunia. Sebagian besar ekspor minyak mentah dari kawasan Teluk melewati perairan sempit tersebut sebelum menuju pasar internasional.
Setiap meningkatnya ketegangan di kawasan itu hampir selalu memengaruhi perhatian pelaku pasar global karena berpotensi mengganggu rantai pasok energi serta stabilitas perdagangan internasional.
Pengamat hubungan internasional menilai perang pernyataan antara Iran dan Jerman berpotensi memperumit upaya diplomasi yang tengah dilakukan sejumlah negara untuk menjaga stabilitas kawasan.
Hingga berita ini ditulis, belum ada tanggapan lanjutan dari pemerintah Jerman atas pernyataan terbaru yang disampaikan pemerintah Iran.
Situasi di Selat Hormuz juga terus dipantau oleh berbagai negara mengingat pentingnya jalur tersebut bagi perekonomian global.
Ikuti perkembangan geopolitik internasional dan berita dunia terbaru hanya di JurnalLugas.Com.
(Dahlan)






