Setelah Sempat Terpuruk, Rupiah Kini Berbalik Perkasa terhadap Dolar AS

JurnalLugas.Com — Nilai tukar rupiah menunjukkan sinyal positif pada perdagangan Jumat pagi, 29 Mei 2026. Mata uang Garuda tercatat menguat 32 poin atau sekitar 0,18 persen ke posisi Rp17.814 per dolar Amerika Serikat (AS), dibandingkan penutupan sebelumnya yang berada di level Rp17.846 per dolar AS.

Penguatan rupiah terjadi di tengah dinamika pasar keuangan global yang masih dibayangi ketidakpastian arah kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat serta fluktuasi harga komoditas dunia. Meski demikian, pelaku pasar mulai melihat adanya ruang stabilitas bagi mata uang negara berkembang, termasuk Indonesia.

Bacaan Lainnya

Analis pasar uang menilai pergerakan rupiah pagi ini dipengaruhi oleh meningkatnya optimisme investor terhadap kondisi ekonomi domestik yang dinilai tetap resilien menghadapi tekanan eksternal. Selain itu, arus modal asing mulai kembali masuk ke pasar obligasi dan saham Indonesia dalam beberapa hari terakhir.

Baca Juga  Rupiah Menguat Tapi Masih Hampir Rp18 ribu di Awal Pekan

“Pasar mulai membaca bahwa fundamental ekonomi Indonesia masih relatif kuat. Itu menjadi faktor yang membantu rupiah bergerak positif,” ujar seorang pengamat pasar keuangan.

Di sisi lain, sentimen global masih menjadi faktor dominan yang memengaruhi pergerakan mata uang Asia. Investor internasional saat ini menunggu arah terbaru kebijakan moneter The Federal Reserve setelah muncul sinyal perlambatan inflasi di Amerika Serikat.

Penguatan rupiah juga dinilai memberi angin segar bagi sektor impor dan industri yang bergantung pada bahan baku luar negeri. Stabilitas kurs dapat membantu menjaga biaya produksi tetap terkendali, terutama menjelang semester kedua tahun ini.

Meski bergerak menguat, pelaku pasar tetap diminta waspada terhadap volatilitas yang sewaktu-waktu dapat berubah dipicu perkembangan geopolitik maupun data ekonomi global terbaru. Bank Indonesia diperkirakan masih akan menjaga stabilitas nilai tukar melalui kombinasi intervensi pasar dan penguatan instrumen moneter.

Baca Juga  Rupiah Menguat terhadap Dolar AS Hari Ini

Pergerakan rupiah dalam beberapa pekan terakhir memang cenderung fluktuatif. Namun penguatan pagi ini memberi sinyal bahwa tekanan terhadap mata uang domestik mulai mereda setelah sebelumnya sempat berada dalam tren pelemahan cukup tajam.

Investor kini menanti data ekonomi lanjutan, termasuk perkembangan cadangan devisa Indonesia dan arah inflasi domestik, yang diyakini akan menjadi penentu utama pergerakan rupiah dalam jangka pendek.

Kunjungi JurnalLugas.Com untuk membaca berita ekonomi dan finansial terbaru lainnya.

(Endarto)

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait