Harga Emas Dunia Ambles Hampir 3 Persen, Konflik Timur Tengah Picu Kepanikan Pasar

JurnalLugas.Com – Pasar logam mulia global memasuki pekan ini dengan tekanan kuat. Harga emas dunia terkoreksi hampir tiga persen pada perdagangan Senin (13/7/2026), dipicu meningkatnya ketegangan geopolitik setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali mengumumkan pemberlakuan blokade laut terhadap Iran.

Kebijakan tersebut memicu lonjakan harga minyak mentah di pasar internasional.

Bacaan Lainnya

Kondisi itu langsung memunculkan kekhawatiran baru mengenai inflasi global yang berpotensi bertahan lebih lama, sehingga memengaruhi ekspektasi kebijakan moneter Bank Sentral Amerika Serikat (Federal Reserve).

Pada perdagangan spot, harga emas turun sekitar 2,90 persen ke level USD4.001,18 per troy ons.

Penurunan tersebut menjadi pelemahan harian terbesar dalam beberapa waktu terakhir sekaligus membawa harga emas menyentuh posisi terendah sejak awal Juli.

Baca Juga  Harga Emas Antam Turun Hari Ini Anjlok, Cek Rinciannya

Analis pasar keuangan Fawad Razaqzada menilai kenaikan harga energi menjadi salah satu faktor utama yang mengubah sentimen investor.

“Lonjakan harga minyak meningkatkan risiko inflasi sehingga peluang suku bunga bertahan tinggi ikut membesar,” ujarnya.

Menurutnya, situasi tersebut membuat daya tarik emas sebagai aset tanpa imbal hasil mulai berkurang.

Ketika suku bunga diperkirakan tetap tinggi, investor cenderung mengalihkan dana ke instrumen yang menawarkan tingkat pengembalian lebih kompetitif.

Razaqzada memperkirakan tekanan terhadap emas masih dapat berlanjut apabila konflik geopolitik terus mendorong harga minyak naik.

Dalam skenario tersebut, harga emas berpeluang bergerak menuju kisaran USD3.800 per troy ons, bahkan tidak menutup kemungkinan turun mendekati USD3.500 per troy ons jika aksi jual semakin besar.

Meski demikian, pelaku pasar masih akan mencermati sejumlah perkembangan lain, termasuk arah kebijakan Federal Reserve, data inflasi Amerika Serikat, serta dinamika konflik di kawasan Timur Tengah yang berpotensi mengubah sentimen pasar secara cepat.

Bagi investor, kondisi ini menjadi pengingat bahwa pergerakan harga emas tidak hanya dipengaruhi permintaan logam mulia, tetapi juga perkembangan geopolitik, kebijakan bank sentral, nilai tukar dolar AS, serta fluktuasi harga energi dunia.

Dalam jangka pendek, volatilitas diperkirakan masih tinggi. Investor disarankan memperhatikan perkembangan ekonomi global sebelum mengambil keputusan investasi, mengingat perubahan sentimen dapat terjadi dalam waktu singkat seiring munculnya kebijakan baru maupun eskalasi konflik internasional.

Baca berita ekonomi dan investasi terbaru lainnya di JurnalLugas.Com: https://jurnallugas.com

(Hans)

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait