TWS Murah atau Mahal, Apa Bedanya? Ini Faktor Sering Diabaikan Sebelum Membeli

JurnalLugas.Com – Popularitas True Wireless Stereo (TWS) terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Perangkat audio tanpa kabel ini telah menjadi kebutuhan banyak orang, mulai dari pekerja kantoran, mahasiswa, pelaku usaha, hingga pecinta musik.

Namun, satu pertanyaan yang paling sering muncul sebelum membeli adalah apakah TWS mahal benar-benar lebih baik dibandingkan TWS murah.

Bacaan Lainnya

Di pasaran, harga TWS sangat beragam. Ada yang dijual mulai puluhan ribu rupiah, sementara produk premium dapat menembus jutaan rupiah.

Perbedaan harga yang sangat jauh membuat banyak konsumen bertanya-tanya apakah selisih tersebut memang sebanding dengan kualitas yang diperoleh.

Jawabannya tidak sesederhana mahal berarti terbaik atau murah berarti buruk. Ada sejumlah aspek teknis yang membedakan keduanya dan layak dipahami sebelum memutuskan membeli.

Perbedaan paling terasa biasanya terletak pada kualitas suara. TWS kelas premium umumnya menggunakan driver audio yang lebih baik sehingga mampu menghasilkan detail suara lebih jernih. Instrumen musik terdengar lebih hidup, vokal lebih jelas, dan keseimbangan antara bass, mid, serta treble lebih terjaga.

Sebaliknya, sebagian TWS berharga murah memang sudah cukup untuk mendengarkan musik atau menonton video sehari-hari. Namun, pada volume tinggi sering kali muncul distorsi sehingga kualitas suara menurun.

Meski demikian, perkembangan teknologi membuat sejumlah produk di kelas menengah kini mampu menghadirkan performa audio yang cukup mengesankan dengan harga yang lebih terjangkau.

Selain kualitas audio, teknologi Active Noise Cancellation (ANC) menjadi pembeda penting. Fitur ini memungkinkan suara bising dari lingkungan sekitar dikurangi secara signifikan sehingga pengguna dapat menikmati musik atau melakukan panggilan suara dengan lebih nyaman.

TWS murah umumnya belum memiliki ANC atau hanya mengandalkan teknologi peredam suara dasar. Akibatnya, suara kendaraan, keramaian, maupun angin masih cukup terdengar ketika digunakan di luar ruangan.

Performa mikrofon juga menjadi perhatian. Dalam aktivitas bekerja maupun belajar secara daring, kualitas mikrofon sangat menentukan kejernihan komunikasi.

Produk premium biasanya telah dibekali beberapa mikrofon yang dipadukan dengan teknologi kecerdasan buatan untuk meredam suara latar sehingga suara pengguna terdengar lebih jelas saat melakukan panggilan.

Baca Juga  Motorola Razr Fold, Ponsel Lipat Pertama Layar Besar dan Fitur Multitasking Canggih

Sebaliknya, mikrofon pada TWS murah sering kali masih menangkap suara sekitar secara berlebihan. Kondisi tersebut membuat komunikasi menjadi kurang optimal terutama ketika berada di tempat ramai.

Ketahanan baterai menjadi faktor berikutnya yang membedakan kedua kategori tersebut. Rata-rata TWS premium mampu digunakan antara enam hingga sepuluh jam dalam sekali pengisian daya. Jika digabungkan dengan casing pengisi daya, total penggunaan bahkan dapat mencapai lebih dari 30 jam.

Pada produk murah, kapasitas baterai biasanya lebih kecil sehingga pengguna harus lebih sering mengisi ulang. Meski demikian, beberapa merek mulai menawarkan daya tahan baterai yang cukup kompetitif pada kelas harga menengah.

Dari sisi material, TWS mahal umumnya menggunakan bahan berkualitas tinggi dengan tingkat presisi yang lebih baik.

Selain nyaman digunakan dalam waktu lama, produk premium sering kali telah memiliki sertifikasi tahan air maupun debu sehingga lebih aman digunakan saat berolahraga atau terkena hujan ringan.

Sebaliknya, sebagian produk murah masih menggunakan material plastik standar dengan kualitas perakitan yang bervariasi. Tidak sedikit pula yang belum memiliki perlindungan terhadap cipratan air.

Kecepatan koneksi Bluetooth juga menjadi nilai tambah produk premium. Versi Bluetooth terbaru memberikan koneksi yang lebih stabil, konsumsi daya lebih hemat, dan latensi yang rendah.

Hal ini penting terutama bagi pengguna yang gemar bermain gim atau menonton film karena suara dapat tersinkronisasi lebih baik dengan tampilan gambar.

Sementara itu, TWS murah masih ada yang menggunakan chipset generasi lama sehingga koneksi terkadang mengalami putus-putus ketika berada di lingkungan dengan banyak gangguan sinyal.

Pengamat teknologi digital, Alvin Pratama, menilai konsumen tidak seharusnya hanya berfokus pada harga saat membeli perangkat audio.

“Yang paling penting adalah menyesuaikan kebutuhan. Tidak semua orang membutuhkan fitur premium. Namun, kualitas, keamanan perangkat, dan layanan purna jual tetap perlu menjadi pertimbangan utama,” ujarnya, kepada JurnalLugas.Com, Jumat 31 Juli 2026.

Pendapat serupa juga disampaikan praktisi industri elektronik Rina Kurniasih. Menurutnya, harga yang lebih tinggi biasanya mencerminkan investasi pada riset, kualitas komponen, hingga dukungan pembaruan perangkat lunak.

“Kalau hanya dipakai sesekali untuk mendengarkan musik, TWS kelas menengah sudah sangat memadai. Tetapi untuk pekerjaan profesional atau penggunaan harian dengan intensitas tinggi, perangkat premium menawarkan pengalaman yang lebih konsisten,” katanya.

Faktor lain yang sering diabaikan adalah dukungan aplikasi resmi. Banyak TWS premium memiliki aplikasi pendamping yang memungkinkan pengguna mengatur equalizer, memperbarui firmware, mencari lokasi perangkat yang hilang, hingga mengubah fungsi tombol sentuh.

Sebagian besar TWS murah belum menawarkan fitur tersebut sehingga pengalaman pengguna menjadi lebih terbatas.

Garansi juga menjadi aspek penting. Produk resmi dari merek ternama umumnya menyediakan layanan purna jual yang jelas serta pusat servis yang mudah dijangkau. Hal ini memberikan rasa aman apabila terjadi kerusakan.

Di sisi lain, TWS murah tanpa garansi resmi memang menawarkan harga menarik, tetapi berisiko lebih tinggi apabila mengalami kerusakan dalam waktu singkat.

Meski demikian, bukan berarti seluruh TWS murah memiliki kualitas buruk. Saat ini banyak produsen menghadirkan produk dengan spesifikasi kompetitif pada kisaran harga ratusan ribu rupiah.

Dengan membaca ulasan, membandingkan spesifikasi, dan membeli dari penjual terpercaya, konsumen tetap dapat memperoleh produk berkualitas tanpa harus mengeluarkan biaya besar.

Pada akhirnya, memilih TWS sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan, bukan sekadar mengikuti tren atau harga tertinggi. Jika penggunaan hanya untuk mendengarkan musik saat bepergian atau menonton video, TWS kelas menengah sudah mampu memberikan pengalaman yang memuaskan.

Namun, bagi pengguna yang mengutamakan kualitas suara terbaik, fitur ANC, daya tahan baterai panjang, koneksi stabil, serta kenyamanan penggunaan dalam jangka panjang, investasi pada TWS premium dapat menjadi pilihan yang lebih menguntungkan.

Memahami perbedaan mendasar antara TWS murah dan mahal akan membantu konsumen membuat keputusan yang lebih rasional. Dengan begitu, dana yang dikeluarkan benar-benar sebanding dengan manfaat yang diperoleh, tanpa harus terjebak pada anggapan bahwa harga tinggi selalu menjadi jaminan kualitas terbaik.

Baca berita teknologi, gadget, dan informasi digital terbaru lainnya hanya di https://jurnallugas.com.

(Tirta)

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait