JurnalLugas.Com – Badan Energi Atom Internasional (IAEA) menargetkan dapat kembali memasuki fasilitas nuklir Iran dalam beberapa pekan mendatang sebagai bagian dari upaya melanjutkan proses verifikasi program nuklir negara tersebut.
Langkah ini dinilai penting untuk memastikan kondisi terkini instalasi nuklir Iran pascakonflik yang sempat mengguncang kawasan Timur Tengah.
Direktur Jenderal IAEA, Rafael Grossi, mengatakan pihaknya berharap pembahasan dengan Iran dapat segera menghasilkan kesepakatan yang membuka jalan bagi tim inspeksi internasional untuk kembali menjalankan tugas di lapangan.
Menurut Grossi, terdapat batas waktu yang telah disepakati kedua belah pihak melalui nota kesepahaman, sehingga proses negosiasi diharapkan tidak berlarut-larut.
“Harapannya akses itu bisa diperoleh dalam beberapa pekan ke depan. Target penyelesaian pembahasan juga telah ditetapkan dalam rentang waktu sekitar dua bulan,” ujarnya.
Kesepakatan Tak Hanya Membahas Isu Nuklir
Grossi menjelaskan, pembicaraan yang sedang berlangsung tidak semata menyangkut pengawasan fasilitas nuklir.
Kesepakatan tersebut juga mencakup sejumlah isu strategis lain yang memiliki kaitan dengan stabilitas kawasan.
Di antaranya adalah jaminan kebebasan navigasi di Selat Hormuz serta pembahasan mengenai integritas wilayah yang berkaitan dengan implementasi gencatan senjata.
Menurutnya, seluruh agenda tersebut memiliki tingkat kompleksitas yang tinggi sehingga membutuhkan komunikasi intensif dari seluruh pihak yang terlibat.
Meski demikian, IAEA tetap optimistis proses diplomasi dapat menghasilkan kesepakatan final dalam waktu yang telah ditentukan.
Verifikasi Stok Uranium Menjadi Fokus Utama
Selain memperoleh akses ke lokasi nuklir, IAEA juga ingin memastikan keberadaan stok uranium yang sebelumnya telah diperkaya Iran.
Grossi mengungkapkan, hingga saat ini badan pengawas nuklir PBB itu masih meyakini material nuklir tersebut tetap berada di fasilitas yang sama berdasarkan data inspeksi terakhir sebelum pecah konflik.
Namun, keyakinan tersebut tetap memerlukan pembuktian melalui pemeriksaan langsung.
“Penilaian kami menunjukkan material itu kemungkinan besar masih berada di lokasi, tetapi hal tersebut harus dipastikan kembali melalui inspeksi,” katanya.
Kerusakan Fasilitas Hambat Pemeriksaan
IAEA mengakui proses inspeksi nantinya tidak akan mudah mengingat sebagian fasilitas nuklir mengalami kerusakan akibat konflik yang berlangsung selama 12 hari.
Selain kerusakan pada bangunan utama, beberapa jalur menuju lokasi juga dilaporkan tertutup sehingga berpotensi menghambat proses pemeriksaan.
Meski demikian, Grossi mengatakan lembaganya terus memantau perkembangan melalui citra satelit dan berbagai metode pemantauan lainnya.
Berdasarkan hasil pengamatan tersebut, IAEA belum menemukan indikasi adanya perpindahan besar terhadap material nuklir sejak inspeksi terakhir dilakukan.
Diplomasi Jadi Penentu Langkah Selanjutnya
Keberhasilan memperoleh akses ke fasilitas nuklir Iran akan menjadi tahapan penting dalam memastikan transparansi program nuklir negara tersebut sekaligus menjaga kepercayaan internasional terhadap mekanisme pengawasan IAEA.
Apabila kesepakatan berhasil dicapai sesuai target waktu, tim inspeksi diperkirakan dapat segera memulai proses verifikasi secara langsung terhadap fasilitas dan material nuklir yang menjadi perhatian dunia internasional.
Baca berita internasional terbaru lainnya hanya di JurnalLugas.Com
(Handoko)






