Asam Urat Tinggi, Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasinya Sebelum Menimbulkan Komplikasi

JurnalLugas.Com – Asam urat tinggi masih menjadi salah satu gangguan kesehatan yang sering dialami masyarakat Indonesia.

Kondisi ini tidak hanya menyerang orang lanjut usia, tetapi juga dapat dialami usia produktif akibat pola makan yang kurang sehat, berat badan berlebih, hingga kebiasaan mengonsumsi makanan tinggi purin.

Bacaan Lainnya

Banyak penderita baru menyadari kadar asam uratnya meningkat setelah mengalami nyeri hebat pada persendian.

Padahal, jika dikenali sejak dini, kondisi ini dapat dikendalikan melalui perubahan gaya hidup dan penanganan medis yang tepat.

Apa Itu Asam Urat Tinggi?

Asam urat merupakan zat sisa hasil pemecahan purin, yaitu senyawa yang secara alami terdapat di dalam tubuh dan berbagai jenis makanan.

Dalam kondisi normal, asam urat akan dikeluarkan melalui ginjal bersama urine.

Namun ketika produksi asam urat berlebihan atau kemampuan ginjal membuangnya menurun, kadar asam urat dalam darah akan meningkat.

Kristal asam urat kemudian dapat menumpuk di persendian dan memicu peradangan.

Gejala Asam Urat Tinggi yang Perlu Diwaspadai

Gejala paling khas adalah nyeri sendi yang datang secara tiba-tiba, terutama pada malam atau dini hari. Selain itu, penderita juga dapat mengalami:

  • Nyeri hebat pada jempol kaki, pergelangan kaki, lutut, siku, hingga pergelangan tangan.
  • Sendi tampak bengkak, kemerahan, dan terasa panas.
  • Sulit menggerakkan sendi yang terkena.
  • Rasa nyeri dapat berlangsung selama beberapa hari hingga lebih dari satu minggu.
Baca Juga  Ternyata Kurang Sinar Matahari Bisa Pengaruhi Mood, Ini Penjelasan Ahli

Pada sebagian orang, kadar asam urat yang tinggi tidak langsung menimbulkan gejala sehingga sering kali baru diketahui saat menjalani pemeriksaan kesehatan.

Penyebab Asam Urat Meningkat

Berbagai faktor dapat memicu peningkatan kadar asam urat, di antaranya:

  • Terlalu sering mengonsumsi jeroan, daging merah, makanan laut, dan minuman manis tinggi fruktosa.
  • Konsumsi minuman beralkohol.
  • Obesitas.
  • Riwayat keluarga.
  • Gangguan fungsi ginjal.
  • Penyakit metabolik seperti diabetes dan hipertensi.
  • Penggunaan obat tertentu, termasuk beberapa jenis diuretik.

Semakin banyak faktor risiko yang dimiliki seseorang, semakin besar peluang mengalami serangan asam urat.

Cara Mengatasi Asam Urat Tinggi

Penanganan asam urat bertujuan menurunkan kadar asam urat sekaligus mencegah serangan berulang.

Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:

1. Perbanyak minum air putih

Cairan membantu ginjal mengeluarkan kelebihan asam urat melalui urine.

2. Batasi makanan tinggi purin

Kurangi konsumsi jeroan, daging merah, sarden, kerang, dan makanan laut tertentu. Perbanyak sayuran, buah, serta makanan bergizi seimbang.

3. Jaga berat badan ideal

Penurunan berat badan secara bertahap dapat membantu mengurangi kadar asam urat dalam tubuh.

4. Rutin berolahraga

Aktivitas fisik ringan hingga sedang membantu menjaga metabolisme tubuh dan mengurangi risiko penyakit penyerta.

5. Konsultasi ke dokter

Baca Juga  Kebiasaan Sehari-hari Dapat Merusak Ginjal, Sering Dianggap Sepele tetapi Berisiko bagi Kesehatan

Jika serangan sering berulang, dokter dapat memberikan obat penurun kadar asam urat maupun obat antiinflamasi sesuai kondisi pasien.

Kapan Harus ke Dokter?

Segera lakukan pemeriksaan apabila nyeri sendi muncul mendadak, disertai pembengkakan hebat, demam, atau nyeri tidak membaik setelah beberapa hari.

Penanganan dini dapat mencegah kerusakan sendi dan komplikasi pada ginjal.

Dokter spesialis penyakit dalam, dr. Ari Fahrial Syam, pernah mengingatkan bahwa pola makan dan gaya hidup memiliki peran besar dalam mengendalikan kadar asam urat.

Menurutnya, menjaga pola makan sehat dan rutin memeriksakan kondisi kesehatan merupakan langkah penting untuk mencegah kekambuhan.

Pencegahan Lebih Baik daripada Mengobati

Mencegah asam urat jauh lebih mudah dibandingkan mengatasi komplikasinya.

Mengurangi konsumsi makanan tinggi purin, memperbanyak air putih, berolahraga secara rutin, menjaga berat badan, serta menghindari kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol menjadi langkah sederhana yang dapat dilakukan setiap hari.

Dengan menerapkan gaya hidup sehat secara konsisten, risiko serangan asam urat dapat ditekan sehingga kualitas hidup tetap terjaga.

Baca artikel kesehatan dan informasi terkini lainnya hanya di JurnalLugas.Com.

(Wening)

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait