Harga Minyak Dunia Turun, Aliran Pasokan Saudi Kembali Jadi Perhatian Pasar

silhouette industrial pump jack and falling oil graph on the blue globe background

JurnalLugas.Com – Harga minyak dunia kembali bergerak turun setelah pasar melihat tanda-tanda pemulihan aliran minyak mentah Arab Saudi. Beroperasinya kembali pipa East-West dan meningkatnya lalu lintas kapal melalui Selat Hormuz menjadi perhatian utama pelaku pasar.

Pada perdagangan Selasa, 22 September 2026, kontrak berjangka minyak Brent untuk pengiriman November ditutup melemah 1,09 persen menjadi USD99,25 per barel. Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Oktober turun 1,24 persen menjadi USD94,99 per barel.

Bacaan Lainnya

Penurunan harga minyak sempat lebih dalam. Brent dan WTI bahkan turun lebih dari USD2 per barel pada titik terendah perdagangan sebelum kemudian sebagian kerugian berkurang.

Pasokan Saudi Mulai Pulih

Pergerakan harga tersebut tidak lepas dari perkembangan pasokan dari Arab Saudi. Pipa East-West yang sebelumnya terganggu kembali beroperasi, membuka jalur alternatif bagi pengiriman minyak menuju kawasan Laut Merah.

Baca Juga  Arab Saudi Peringatkan Konsekuensi Eskalasi Militer Zionis Israel di Lebanon

Selain itu, aliran minyak Saudi melalui Selat Hormuz juga meningkat. Data satelit dan pelacakan kapal yang dikutip dalam laporan tersebut menunjukkan rata-rata aliran minyak Saudi melalui jalur strategis itu mencapai sekitar 2,9 juta barel per hari dalam enam hari terakhir, dibandingkan sekitar 700 ribu barel per hari pada Agustus.

Saudi Aramco juga disebut telah memuat sekitar 14 juta barel minyak mentah ke tujuh kapal tanker berukuran sangat besar di kawasan Teluk.

Senior Analyst Price Futures Group Phil Flynn melihat langkah Saudi tersebut sebagai sinyal bahwa Riyadh berupaya menjaga kelancaran pasokan.

“Arab Saudi mengambil tindakan, bukan menunggu,” kata Phil Flynn, seperti dikutip dalam laporan tersebut.

Kembalinya operasi pipa East-West menjadi perkembangan penting karena jalur tersebut dapat membantu mengurangi ketergantungan pengiriman minyak Saudi terhadap Selat Hormuz ketika situasi di kawasan masih penuh ketidakpastian.

Hormuz Masih Jadi Perhatian

Selat Hormuz tetap menjadi faktor penting bagi pasar minyak global. Jalur tersebut sebelumnya menjadi salah satu jalur utama pengiriman energi dunia, sehingga setiap gangguan terhadap lalu lintas kapal dapat langsung memengaruhi sentimen pasar.

Baca Juga  Minyak Brent & WTI Sentuh Level Terendah 4 Bulan, Apa Penyebabnya?

Di tengah meningkatnya aliran minyak Saudi, muncul pula pernyataan dari pejabat senior Iran mengenai kemungkinan pembukaan kembali Selat Hormuz dalam waktu tujuh hari dengan syarat tertentu terkait tekanan militer Amerika Serikat dan blokade terhadap pelabuhan Iran.

Namun, perkembangan geopolitik tersebut masih menjadi sumber ketidakpastian. Pasar minyak kini harus memperhitungkan dua faktor sekaligus, yakni pemulihan pasokan dari Arab Saudi dan perkembangan situasi di kawasan Timur Tengah.

Untuk sementara, meningkatnya aliran minyak memberikan tekanan terhadap harga minyak dunia. Pergerakan berikutnya akan sangat bergantung pada seberapa cepat distribusi minyak kembali normal serta perkembangan situasi di sekitar Selat Hormuz.

Baca berita lainnya
JurnalLugas.Com

(Endarto)

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait