Agen AI Muse Sukses Besar, Meta Mulai Bidik Cuan dari Transaksi

JurnalLugas.Com — Meta mulai menyiapkan strategi baru untuk menghasilkan pendapatan dari agen kecerdasan buatan (AI) Muse yang mendapat respons besar sejak diluncurkan.

CEO Meta Mark Zuckerberg mengungkapkan, perusahaan berencana memperoleh pendapatan dari aktivitas transaksi yang dilakukan melalui Muse. Modelnya bukan sekadar menarik biaya penggunaan, tetapi mengambil sebagian kecil dari transaksi yang diproses melalui agen AI tersebut.

Bacaan Lainnya

“Kami berharap Muse menghasilkan uang dengan mengambil sedikit biaya transaksi,” kata Zuckerberg dalam konferensi Meta Connect, Kamis (24/9/2026).

Langkah ini menunjukkan arah baru bisnis AI Meta. Muse tidak hanya dirancang untuk menjawab pertanyaan, tetapi juga membantu pengguna menjalankan berbagai pekerjaan dan transaksi secara langsung.

Kepala AI Meta Alexandr Wang menyebut perusahaan telah memperluas integrasi Muse dengan sejumlah layanan pembayaran, ritel, perjalanan, hingga belanja kebutuhan sehari-hari.

Meta memperluas dukungan pembayaran melalui PayPal. Muse juga terhubung dengan sejumlah perusahaan seperti Walmart, Best Buy, Sephora, Wayfair, American Eagle, Instacart, dan Expedia.

Dengan integrasi tersebut, Muse dapat menjadi perantara ketika pengguna melakukan berbagai aktivitas, termasuk berbelanja atau memesan layanan.

Meta sendiri sebelumnya memperkenalkan Muse sebagai agen AI personal yang dapat menjalankan tugas berdasarkan instruksi pengguna.

Agen ini dirancang untuk melakukan pekerjaan secara langsung, termasuk membuka peramban, mengisi formulir hingga membantu proses pembelian.

Popularitas awal Muse menjadi salah satu alasan Meta mulai melihat peluang monetisasi yang lebih besar.

Muse telah mencapai sekitar 560.000 pengguna aktif harian hanya dalam 11 hari. Perkembangan tersebut turut mendapat perhatian pasar dan diikuti kenaikan saham Meta sebesar 11 persen pada Senin.

Bagi Meta, perkembangan Muse membuka sumber pendapatan baru di luar model bisnis iklan yang selama ini menjadi salah satu tumpuan perusahaan.

Zuckerberg mengatakan Meta saat ini memberikan akses dalam jumlah besar dengan biaya token yang digratiskan. Strateginya, pendapatan kemudian dapat diperoleh dari aktivitas transaksi yang dilakukan pengguna melalui Muse.

Artinya, Meta sedang membangun pola bisnis baru: AI tidak hanya menjadi alat bantu pengguna, tetapi juga dapat menjadi penghubung langsung antara pengguna, layanan pembayaran, dan penyedia barang atau jasa.

Jika pola tersebut berkembang, transaksi yang dilakukan melalui agen AI akan menjadi bagian penting dari strategi monetisasi Meta di masa depan.

Baca berita lainnya
JurnalLugas.Com

(Kardi)

Tombol Google News - JurnalLugas
Baca Juga  Instagram Plus Resmi Diuji, Kini Bisa Intip Stories Diam-Diam, Begini Caranya

Pos terkait